← Beranda
Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Harga Produk Apple Bakal Naik?
Nanda PrayogaJumat, 22 Mei 2026 | 23.01 WIB
GM Marketing Apple Business PT. Map Zona Adiperkasa, Fausa Winarsih. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Rupiah terus menunjukan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini juga terjadi pada pembukaan perdagangan Jumat (22/5). Posisi dolar AS melemah 0,17 persen dan berada di posisi Rp 17.697 per dolar AS.

GM Marketing Apple Business PT. Map Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih menjelaskan bahwa pihaknya memang tak bisa mengontrol fluktuasi dolar AS. Namun, dia tak memungkiri bahwa pelemahan rupiah akan berdampak pada pricing produk Apple.

“Sudah pasti akan ada efek ke dalam pricingnya kita, tapi kita kan ingin selalu membuat produk Apple itu affordable untuk semua orang. Walaupun secara dolar ada kenaikan tapi dengan semua promo yang bisa kita kasih, itu akan membuat masih mudah lah untuk mendapatkannya (produk Apple),” kata Farah di Jakarta, Jumat (22/5).

Meski begitu, ia mengungkapkan pelemahan rupiah hingga kini tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan oleh skema Apple yang memudahkan konsumen untuk membeli produk Apple.

Baca Juga: Dikawal Khusus oleh IRGC, 26 Kapal Asing Berhasil Melintasi Selat Hormuz

“Kalau yang baru masuk, sekarang kita harganya masih stay di sini ya, tapi kalau untuk produk-produk yang ini (lama), mungkin akan ada adjustment karena mungkin ini nggak cuman terjadi di Apple product, semua produk kena impact kan, karena dengan exchange rate inilah dengan dolar yang cukup, lumayan signifikan kenaikannya,” jelasnya.

Terkait kuota impor, Farah juga menegaskan hingga kini belum ada perubahan sama sekali. Hal ini menandakan pelemahan rupiah belum begitu memberikan pengaruh kepada produk Apple.

“Dari segi total number (impor) itu masih tetap sama, mostly kita sebagai retailer, nggak cuman mungkin kita aja ya, semua retail brand, kan pasti akan lebih menyadari secara penjualan apakah kita bisa menjual dengan kenaikan harga ini, tapi kalau ditanya impactnya ada penurunan atau apa, sejauh ini sih (nggak),” tukas Farah.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan