← Beranda
Berisi Daftar 50 Saham Berkelanjutan, Indeks KESGI 50 Siap Diluncurkan
AntaraMinggu, 20 September 2026 | 01.17 WIB
Ilustrasi saham. (Dok. JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Katadata ESG 50 Index (Indeks KESGI 50) yang berisi daftar 50 emiten/saham yang sehat secara keuangan sekaligus berkelanjutan, akan segera diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip dari ANTARA.

“Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” ujar CEO Katadata, Metta Dharmasaputra sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, mengatakan bahwa investor sering dihadapkan pada dilema ketika memilih antara emiten dengan kinerja lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) unggul namun profitabilitas dan likuiditas saham belum optimal, atau sebaliknya yaitu emiten dengan fundamental kuat namun kinerja ESG belum optimal.

Baca Juga: Pengalihan Saham Whoosh ke Pemerintah Masuk Tahap Finalisasi

Ia menjelaskan, Indeks KESGI 50 dirancang untuk menjawab dilema dengan menyandingkan kualitas pengelolaan ESG dan kualitas fundamental emiten dalam satu indeks.

“Selain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. Indeks KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,” ujar Heri.

Ia melanjutkan, Indeks KESGI 50 dibangun di atas tiga lensa fundamental, yaitu performa ESG yang mengacu pada metodologi Katadata ESG Insight (KESGI), kualitas fundamental emiten, serta kelayakan pasar seperti likuiditas dan free float.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini, Intip 4 Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

“Sebagai lensa keempat, indeks ini menyertakan market valuation untuk membedakan emiten berkualitas tinggi yang valuasinya menarik dari emiten berkualitas tinggi,” ujar Heri.

Heri memposisikan Indeks KESGI 50 sebagai pelengkap indeks-indeks ESG yang sudah terlebih dahulu ada di BEI, seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Berbeda dari indeks-indeks pendahulunya, Indeks KESGI 50 diarahkan untuk membaca kinerja ESG berbasis data lokal Indonesia sekaligus mengaitkannya dengan konteks pasar guna mendukung keputusan alokasi investasi.

"Bagi investor, Indeks KESGI 50 menjadi filter yang lebih andal untuk emiten yang ESG-nya sehat sekaligus performa finansial yang andal. Bagi emiten, masuk dalam 50 konstituen ini menjadi insentif nyata untuk terus memperbaiki disclosure ESG dan fundamental bisnisnya,” ujar Heri.

Baca Juga: Microsoft Sebut Lebih Banyak Data Center Harus Dibangun di Inggris untuk Menggerakkan Ekonomi

58 Perusahaan Raih KESGI Award 2026

Sementara itu, sebanyak 58 perusahaan dari 13 sektor industri menerima KESGI Award 2026 berdasarkan penilaian Katadata ESG Insight (KESGI) Scoring 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi kinerja perusahaan dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Penghargaan diserahkan dalam ajang Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).

KESGI Award telah diselenggarakan sejak 2022 dengan penilaian yang mencakup kinerja ESG secara keseluruhan serta tiga pilar utama, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola.

“Ini adalah bentuk apresiasi atas pencapaian perusahaan-perusahaan di bidang keberlanjutan, sekaligus titik awal. Dengan mengetahui posisi masing-masing, kita bisa terus mendorong sustainability yang lebih baik,” kata Heri Susanto.

Pada 2026, metodologi KESGI Scoring diperkuat dengan penilaian terhadap 15 topik dan lebih dari 150 indikator yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor. Penyusunan dan validasi metodologi juga melibatkan panel ahli ESG untuk memastikan penilaian tetap relevan dengan standar global serta konteks regulasi dan industri di Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan di 13 sektor, yakni perbankan, batu bara, perkebunan, minyak dan gas, mineral, telekomunikasi, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, infrastruktur-konstruksi, utilitas dan listrik, material konstruksi, kimia dan kemasan, serta inklusi keuangan.

Sejumlah perusahaan menerima penghargaan pada lebih dari satu kategori. Bank Central Asia, misalnya, menerima penghargaan ESG dan Lingkungan sektor perbankan, sementara Bank Rakyat Indonesia meraih kategori Sosial dan Bank Mandiri untuk Tata Kelola. Pola serupa juga terlihat di sejumlah sektor lain.

Selain penilaian kinerja ESG, Katadata memberikan apresiasi kepada tujuh perusahaan atas inisiatif pada topik ESG tertentu yang dinilai relevan dengan sektor masing-masing.

Ketujuh penerima tersebut meliputi SCG Indonesia untuk tata kelola berkelanjutan, Fore Kopi Indonesia untuk ketenagakerjaan, Bank Syariah Indonesia untuk dampak masyarakat, Wuling Motors Indonesia untuk produksi EV nasional, Ekamas Mora Republik untuk manajemen emisi, Chandra Asri Pacific untuk pengembangan dan retensi karyawan, serta Barito Renewables Energy untuk efisiensi dan manajemen energi.

Apresiasi tersebut mencerminkan semakin beragamnya isu yang masuk dalam agenda ESG perusahaan, mulai dari tata kelola dan ketenagakerjaan hingga emisi, energi, dampak masyarakat, serta pengembangan produk dan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

EDITOR: Banu Adikara