JawaPos.com - PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mencatat pertumbuhan bisnis sepanjang Semester I-2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), seiring peningkatan Net Open Customer (NOC) sebesar 25 persen YoY.
Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo mengatakan, pertumbuhan tersebut turut ditopang dominasi nasabah dari kelompok usia muda. BCA Digital mencatat 56 persen nasabah blu merupakan Gen Z dan 35 persen lainnya merupakan milenial. Artinya, sebanyak 91 persen nasabah blu berasal dari kelompok digital natives.
"Dari sisi akuisisi nasabah baru, pertumbuhan terbesar juga berasal dari Gen Z yang meningkat 30 persen YoY. Sementara akuisisi nasabah milenial tumbuh 20 persen YoY," kata Aditya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9).
Peningkatan jumlah pengguna tersebut berjalan seiring dengan kenaikan aktivitas transaksi. Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186 persen menjadi Rp13,13 triliun.
Transaksi QRIS menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36 persen dari total volume transaksi. Dari sisi frekuensi, transaksi QRIS meningkat 124 persen YoY, didorong penambahan sejumlah jenis layanan seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap.
Transaksi melalui e-wallet juga tumbuh 71 persen YoY setelah adanya penambahan integrasi dengan mitra e-wallet dan direct connect. Sementara transaksi bluPayment meningkat 56 persen YoY melalui penambahan lebih dari 100 partner.
Adapun transaksi pembayaran dan pembelian melalui biller tumbuh 44 persen YoY, seiring penambahan tiga kategori biller baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.
Aktivitas transaksi valuta asing juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang Semester I-2026, jumlah transaksi bluValas melonjak 435 persen YoY, sedangkan volume transaksinya tumbuh 535 persen YoY.
Pertumbuhan transaksi bluValas tersebut terutama berasal dari pengguna Gen Z dan milenial. Transaksi Gen Z tumbuh 356 persen YoY, sedangkan milenial meningkat 273 persen YoY.
Selain transaksi valuta asing, frekuensi transaksi internasional meningkat 29 persen YoY dengan pertumbuhan volume sebesar 60 persen YoY. BCA Digital menyebut nasabah dapat menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card untuk transaksi di berbagai negara dan mata uang.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas transaksi tidak hanya mencerminkan penggunaan untuk kebutuhan konsumsi. BCA Digital mencatat pertumbuhan pada sejumlah fitur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan investasi.
Pada Semester I-2026, pengguna bluSaving meningkat 38 persen YoY, sementara pengguna tabungan bersama bluGether tumbuh 47 persen YoY. Pengguna bluBisnis untuk pengelolaan kas usaha meningkat 37 persen YoY.
Pertumbuhan paling tinggi tercatat pada bluRDN, yang digunakan untuk aktivitas investasi di pasar modal, dengan peningkatan pengguna mencapai 225 persen YoY.
Aditya mengatakan perusahaan memasuki fase ekspansi setelah lima tahun pertama berfokus membangun fondasi dan skala bisnis.
"Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," ujar Aditya.
Head of Retail & Digital Business BCA Digital Edwin Tirta mengatakan pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nasabah dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui blu 2.0, BCA Digital ingin melampaui fungsi perbankan konvensional untuk menghadirkan rasa tenang dan kebebasan dalam mengelola uang.
"Fokus kami adalah terus menyempurnakan user experience yang seamless sejak usia remaja hingga dewasa, sehingga mengurus keuangan terasa sealami aktivitas digital mereka lainnya," kata Edwin.