JawaPos.com – PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan premi sebesar Rp 387,6 miliar, tumbuh 53% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp253,2 miliar.
“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Jumat (21/8).
Peningkatan pendapatan premi didukung premi Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan seluruh mitra bisnis baik mitra bisnis existing maupun mitra bisnis baru.
Asuransi Jiwa Kredit (AJK) tetap menjadi salah satu bisnis inti Ciputra Life. Perusahaan terus mengembangkan portofolio AJK yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Baca Juga: Dukung OJK dan AAJI, Edukasi Keuangan Syariah ke 700 Mahasiswa
Pengembangan bisnis dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank.
Selain AJK, lini Corporate Solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.
Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada Semester I 2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada Semester I 2025.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.
Berhasil Menyelesaikan Implementasi PSAK 117
Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting bagi industri asuransi Indonesia dengan mulai berlakunya PSAK 117 mengenai Kontrak Asuransi, yang merupakan adopsi IFRS 17, sejak 1 Januari 2025.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit sesuai PSAK 117, Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp99,3 miliar, tumbuh 95% dibandingkan Rp51,0 miliar pada 2024. Laba komprehensif tercatat sebesar Rp122,3 miliar, meningkat 126% dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Posisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun, keduanya telah menembus Rp1 triliun. Sementara itu, total ekuitas mencapai Rp312,3 miliar, menembus Rp300 miliar. Dibandingkan akhir 2024, total aset tumbuh 29%, investasi 30%, dan ekuitas 64%.
Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada pada level 315%, di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator.