← Beranda
7 Tips Kelola Keuangan ala Adrian Maulana untuk Masa Depan Cerah
Djati WaluyoSelasa, 14 Juli 2026 | 17.42 WIB
Praktisi keuangan Adrian Maulana.

JawaPos.com - Praktisi keuangan Adrian Maulana membagikan tujuh aturan pengelolaan keuangan yang menurutnya akan diterapkan apabila bisa kembali ke usia 20-an guna mengontrol pendapatan dan pengeluaran demi masa depan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Adrian menjelaskan sejumlah prinsip dasar dalam mengatur keuangan, mulai dari pengelolaan penghasilan, dana darurat, hingga investasi.

Aturan pertama yang disampaikan Adrian adalah prinsip 50:30:20. Menurutnya, 50 persen penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk masa depan.

“Pertama aturan 50 30 20, sisihkan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persenya untuk masa depan. Intinya sisihkan dulu baru belanjakan,” ujar Adrian dikutip Selasa (14/7).

Mantan aktor dan model ini mengatakan, aturan kedua Adalah aturan 4 persen yang digunakan sebagai acuan dalam menghitung kebutuhan dana pensiun. Ia menjelaskan jika seseorang memiliki dana pensiun sebesar Rp 1 miliar maka 4 persennya adalah Rp 40 juta pertahun atau Rp 3,3 juta per bulan.

“Cukup enggak? Kalau dirasa enggak cukup ya jangan pensiun dulu, buruan bangun bisnis atau passive income,” ucapnya.

Selanjutnya, Adrian menekankan pentingnya memiliki dana darurat selama tiga hingga enam bulan untuk mengantisipasi berhentinya sumber pendapatan. Dimana, seseorang seharusnya memliki dana darurat setidaknya untuk 3 hingga 6 bulan.

Baca Juga: 9 Tips Kelola Keuangan Setelah Lebaran agar Finansial Aman Sampai Awal Bulan

Pada aturan keempat, Adrian membahas porsi ideal biaya kepemilikan rumah. Menurutnya, pengeluaran untuk rumah sebaiknya tidak melebihi sepertiga dari total penghasilan.

Hal tersebut bertujuan untuk bisa menyisihkan dana dari pendapatan rutin ke kantong lain seperti nabung dan investasi. Dengan begitu maka seseorang dapat menikmati hidup tapi tanpa tekanan.

Aturan kelima berkaitan dengan kebiasaan berbelanja. Adrian menyarankan setiap pembelian barang konsumtif diimbangi dengan investasi dalam jumlah yang sama.

"Beli satu investasi satu. Kalau mampu beli gadget katakanlah Rp3 juta, sisihkan jumlah yang sama untuk mempersiapkan masa depan,” ujarnya.

Selanjutnya, Adrian memperkenalkan aturan 20-4-10 bagi masyarakat yang berencana membeli mobil melalui pembiayaan.

"Sebelum beli mobil pastikan punya uang muka minimal 20 persen, kreditnya maksimal 4 tahun saja dan total biaya mobil jangan lebih dari 10 persen penghasilan bulanan," Ucapnya.

Aturan terakhir adalah Rule of 72, yakni metode sederhana untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan agar nilai investasi menjadi dua kali lipat berdasarkan tingkat imbal hasil tahunan.

Ia menjelaskan, Rule of 72 merupakan cara cepat untuk menghitung berapa lama uang seseorang bisa menjadi dua kali lipat. Adapun, rumusnya 72 dibagi tingkat return tahunan.

“Contoh misalnya kita bisa investasi ke instrumen yang memberikan imbal hasil 12 persen per tahun, berarti 72 dibagi 12 adalah 6. Artinya uang Anda berpotensi menjadi dua kali lipat dalam 6 tahun,” ungkapnya.

Adrian mengingatkan bahwa investasi bukanlah langkah pertama dalam membangun kondisi keuangan yang sehat. “Tapi terlepas dari semua itu, pelajaran pentingnya bukan investasinya. Jangan berinvestasi sebelum bangun fondasi,” tutupnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin