← Beranda
Jangan Puas Dulu Masih 'Emerging Market', Analis Mirae Asset Sebut MSCI Beri Sinyal Penting untuk Pasar Modal Indonesia
Djati WaluyoRabu, 24 Juni 2026 | 23.34 WIB
Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) Market Classification Review merupakan alarm keras bagi panggung pasar modal Indonesia.

Adapun, dalam laporan terbarunya MSCI, terdapat sejumlah catatan diberikan bagi Indonesia yang berhasil mempertahankan posisi pada negara Emerging Market.

Nafan mengatakan, sorotan utama MSCI terhadap pasar di Indonesia adalah mengenai masih tingginya High Shareholding Concentration (HSC) atau saham yang dikuasai oleh segelintir pihak.

"Kemudian transparansi nilai free flow yang real, dan keterbatasan arus informasi dalam bahasa Inggris bagi investor global. Hal ini merupakan alarm keras bahwa panggung pasar modal kita," ujar Nafan kepada JawaPos.com, Rabu (24/6).

Menurutnya, hal tersebut membuat pemerintah ataupun stakeholder terkait harus segera mengambil tindakan untuk membersihkan atau menata ulang regulasi yang ada di pasar saham Indonesia untuk membuatnya lebih akuntabel.

Nafan menjelaskan, dampak dari beberapa catatan yang diberikan oleh MSCI terhadap pasar saham di Indonesia salah satunya adalah terkait dengan tekanan jual dari investor global bagi sejumlah saham.

"Karena memang saya akui di sini berkaitan dengan tekanan jual jangka pendek," ujarnya.

Lanjutnya, penghapusan sejumlah emiten dalam indeks MSCI juga memicu aksi rebalancing di pasar saham Indonesia. Pasalnya, mayoritas investor global mengacu pada MSCI Global Standart Indeks.

Nafan mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah investor melakukan penyesuaian terhadap portofolionya.

“Belum lagi juga terdapat volatilitas dan efek domino. Pencabutan beberapa emiten besar ini tentunya mempengaruhi pergerakan IHSG,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mempertimbangkan untuk reklasifikasi status Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Markets menjadi Frontier Markets.

Dalam laporan terbarunya, MSCI 2026 Market Classification Review menyebutukan bahwa bursa saham Indonesia masih berada di dalam kategori Emerging market.

“Pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi terkait perlakuan yang tepat terhadap pasar Indonesia, termasuk kemungkinan melakukan konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Berkembang (Emerging Markets) menjadi Pasar Frontier (Frontier Markets),” tulis MSCI dalam MSCI 2026 Market Classification Review, Rabu (24/6).

Potensi penurunan tersebut terjadi karena adanya kekhawatiran investor terhadap kurangnya transparansi yang berkelanjutan dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi pada bursa saham di Indonesia.

“Isu tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya serta untuk mengandalkan harga pasar yang terlihat dalam konstruksi portofolio dan replikasi indeks,” tulis MSCI.

EDITOR: Estu Suryowati