← Beranda
Rupiah Tertekan, Istana Dorong Percepatan Sektor Riil
Dimas ChoirulSabtu, 6 Juni 2026 | 21.32 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi/(Istimewa).

 

JawaPos.com – Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar, pemerintah mendorong percepatan sektor ekonomi riil agar ketahanan ekonomi tidak hanya bertumpu pada indikator makro.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah mendorong percepatan berbagai program yang langsung menyentuh sektor riil seperti pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi.

"Tetapi kami juga merasa bahwa pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat terutama program-program di bidang pangan, program-program di bidang energi, kemudian program-program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," kata Prasetyo usai menghadiri pertemuan koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan DPR di Gedung DPR, Jakarta Sabtu (6/6).

Menurut Prasetyo, situasi ekonomi global saat ini menuntut koordinasi yang lebih erat antara otoritas moneter dan fiskal agar kebijakan yang diambil tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Dolar Mengganas ke Rp18.000, BI Andalkan Inflow untuk Selamatkan Rupiah

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam rangka tadi menjaga baik moneter maupun fiskal kita terus berada di posisi yang kita harapkan," kata Prasetyo.

Ia menegaskan, setiap kebijakan ekonomi harus saling mendukung untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dari sisi makro, pemerintah menilai berbagai indikator masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat.

"Baik dari sisi ekonomi makro di moneter yang di bawah Gubernur Bank Indonesia maupun di sisi fiskal yang dikendalikan oleh Menteri Keuangan yang kemarin dilaporkan dari angka-angka indikator menunjukkan bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita memang cukup kuat," ujarnya.

Prasetyo pun mengajak seluruh pihak tetap optimistis menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Meski demikian, ia mengakui pemerintah berharap nilai tukar rupiah dapat segera membaik.

"Ke depan semoga kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan