JawaPos.com – BIG OCEAN mencatat momen penting dalam perjalanan karier mereka dengan tampil di Digital@UNGA 2026 yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 21 September 2026.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung bertepatan dengan High-Level Week Sidang Majelis Umum PBB.
BIG OCEAN tidak hanya tampil membawakan pertunjukan, tetapi juga menyampaikan pidato.
Acara yang berlangsung di Delegates Dining Room itu mengusung tema “Building a Digit’all Future Together” dan menghadirkan pembahasan mengenai inovasi digital serta inklusivitas. Nama BIG OCEAN juga tercantum dalam program resmi International Telecommunication Union (ITU).
Menurut laporan allkpop, agenda di PBB tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas BIG OCEAN selama berada di Amerika Serikat.
Grup yang beranggotakan Chanyeon, PJ, dan Jiseok itu sebelumnya membuka tur musim gugur di AS melalui konser di Katonah, New York, pada 13 September. Konser pembuka tersebut dilaporkan terjual habis.
BIG OCEAN debut di bawah naungan Parastar Entertainment pada 20 April 2024, bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Korea.
Ketiga member merupakan penyandang gangguan pendengaran dan menghadirkan bahasa isyarat Korea, American Sign Language, serta International Sign dalam koreografi mereka.
Pertunjukan mereka juga memanfaatkan getaran, cahaya, alat bantu dengar, dan teknologi vocal-assist untuk mendukung penampilan di atas panggung.
Penampilan di Digital@UNGA 2026 menjadi salah satu agenda internasional BIG OCEAN di tengah aktivitas mereka yang semakin luas.
Setelah menyelesaikan rangkaian tur Amerika Serikat, grup ini juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Eropa dengan konser di Cologne pada 28 Oktober, Paris pada 31 Oktober, dan London pada 3 November 2026.
Sebelumnya, BIG OCEAN merilis single digital “Love Sign” pada 9 September yang turut memasukkan bahasa isyarat ke dalam bagian hook lagu.
Melalui kehadiran di Markas Besar PBB, BIG OCEAN akan membawa musik sekaligus pesan tentang aksesibilitas dan inklusivitas ke panggung internasional.
Penampilan pada 21 September mendatang pun menjadi babak baru bagi grup tersebut dalam memperluas jangkauan karya dan menyuarakan pentingnya masa depan digital yang dapat diakses lebih banyak orang.