JawaPos.com - Ustaz Riza Muhammad mengungkapkan bahwa dirinya kini mempekerjakan sekitar 50 orang untuk membantu berbagai kebutuhan di lingkungan kediamannya. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 orang bertugas sebagai asisten rumah tangga (ART), sementara lainnya menangani urusan taman, kolam renang, keamanan, hingga merawat anggota keluarga.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Riza Muhammad saat tampil bersama istrinya, Indri Giana, dalam sebuah program televisi swasta. Pengakuan itu sontak menarik perhatian karena jumlah pekerja yang berada di lingkungan rumah mereka terbilang cukup banyak.
Riza menjelaskan, puluhan pekerja tersebut tidak semuanya menjalankan pekerjaan rumah tangga. Ada pembagian tugas yang cukup spesifik untuk memastikan seluruh aktivitas di kediamannya dapat berjalan dengan baik.
"Kurang lebih sekarang ada 50-an pekerja. Ada yang bertugas merawat ibu saya, housekeeping untuk rumah putih dan rumah kuning, spesialis kolam renang dan kebun, hingga sekuriti," cerita Ustaz Riza.
Ia juga menjelaskan jumlah ART menjadi bagian terbesar dari keseluruhan pekerja. Keberadaan mereka juga berkaitan dengan keinginannya agar Indri Giana tidak terlalu terbebani dengan pekerjaan rumah tangga.
Menurut Riza, istrinya tidak perlu menghabiskan tenaga untuk pekerjaan domestik sehari-hari. Bahkan, pekerjaan sederhana seperti menyetrika pakaian pun tidak lagi dilakukan Indri karena sudah ada pekerja yang menangani pekerjaan tersebut.
"Kalau capek jangan ngapa-ngapain. Maaf, gosok baju saja nggak, nggak boleh. Kita di rumah ada 30 ART," ujar Riza.
Banyaknya pekerja di rumah membuat kediaman Riza dan Indri memiliki sistem pengelolaan yang cukup kompleks. Riza menyebut, terdapat tiga bangunan utama yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, yakni rumah putih, rumah kuning, dan kantor.
Rumah-rumah tersebut menjadi lingkungan tempat para pekerja menjalankan tugas masing-masing. Selain housekeeping, ada pekerja yang secara khusus mengurus area kolam renang dan taman, petugas keamanan, serta orang yang membantu merawat ibu Riza.
Meski mempekerjakan puluhan orang, Riza mengatakan dirinya tidak hanya memikirkan kebutuhan operasional rumah. Ia juga mengaku memperhatikan kesejahteraan para pekerja yang selama ini membantu keluarganya.
Salah satunya, melalui pemberian gaji yang disebut berada di atas Upah Minimum Regional (UMR). Riza menegaskan para pekerja di rumahnya mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dari batas upah minimum yang berlaku.
"Yang jelas gaji mereka di atas UMR," tegasnya.
Perhatian terhadap karyawan bahkan tidak berhenti pada soal gaji. Riza dan Indri juga membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak para pekerjanya.
Biaya sekolah, pembelian buku hingga daftar ulang menjadi bagian yang mereka tanggung. Bagi Riza, fasilitas tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada keluarga orang-orang yang bekerja untuknya.
"Semua urusan sekolah dan biaya anak-anak mereka dari para karyawan ini kami yang tanggung. Biaya sekolah, uang buku, sampai daftar ulang kami yang bayarkan," jelasnya.
Untuk tempat tinggal, Riza juga menerapkan aturan berbeda berdasarkan status pernikahan para pekerja. Karyawan yang sudah menikah tidak diwajibkan tinggal di lingkungan rumahnya. Sebagai gantinya, mereka disediakan rumah kontrakan di luar kediaman.
Sementara itu, pekerja yang masih lajang diperbolehkan tinggal bersama pekerja lainnya di lingkungan rumah Riza. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari sistem yang diterapkan untuk menampung puluhan orang yang bekerja dan beraktivitas di kediamannya.
Di balik fasilitas tersebut, Riza tetap memiliki sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Ia mengatakan, dirinya lebih mengutamakan pekerja yang memiliki sikap baik dan akhlak daripada sekadar kemampuan bekerja.
Salah satu aturan yang berlaku bagi orang-orang yang tinggal di rumah adalah kewajiban menjalankan sholat Subuh berjemaah. Riza menilai, kedisiplinan dalam beribadah menjadi salah satu hal penting dalam lingkungan tempat tinggalnya.
Bagi Riza, keberadaan puluhan pekerja di rumah bukan semata-mata untuk membuat kehidupan keluarga menjadi lebih praktis. Ia juga menganggap para pekerja sebagai bagian dari lingkungan keluarga yang harus mendapatkan perhatian dan kesejahteraan.
Sementara untuk Indri Giana, banyaknya ART membuatnya dapat lebih fokus pada aktivitas lain tanpa harus terbebani oleh pekerjaan domestik. Prinsip tersebut sejalan dengan pandangan Riza mengenai peran suami dalam memperlakukan istrinya.
"Istri di tangan suami yang baik akan menjadi ratu," tandasnya.