JawaPos.com - Selebgram sekaligus pebisnis muda Alif Kenzo membagikan perjalanan hidupnya berhasil meraih Rp 1 miliar pertama pada usia 19 tahun. Sebelum mengenal dunia trading dan mengembangkan bisnis seperti sekarang, pemilik 131 ribu followers di Instagram ternyata lebih dulu ditempa melalui berbagai usaha kecil sejak usia muda di kampung halamannya, Madiun.
Perjalanan tersebut tidak dimulai dari bisnis besar dengan modal melimpah. Alif Kenzo, yang akrab disapa Kenzo, justru mengenal dunia bisnis dari aktivitas sederhana, mulai dari berdagang handphone bekas, menjual suku cadang sepeda motor, hingga jualan sayuran di pasar tradisional.
Berbagai pengalaman itu menjadi sekolah bisnis pertamanya. Dari sana, Kenzo belajar langsung mengenai negosiasi, perputaran modal, menentukan harga, hingga menghadapi risiko kerugian akibat keputusan yang kurang tepat.
“Sejak awal saya belajar bahwa menjalankan usaha berarti berhadapan dengan keputusan yang memiliki risiko. Setiap transaksi mengajarkan saya untuk lebih teliti dalam menghitung modal dan mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi,” kata Kenzo.
Baca Juga: Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Salah satu pengalaman yang paling membentuk cara pandangnya adalah saat berdagang benih sayuran di pasar tradisional. Berbeda dengan transaksi yang berlangsung secara digital, aktivitas tersebut membuatnya berhadapan langsung dengan dinamika permintaan konsumen.
Ia harus memperhitungkan jumlah stok yang tersedia, kebutuhan pembeli, serta kemungkinan barang tidak terjual sesuai perkiraan. Menurutnya, kesalahan membaca pasar bisa berdampak langsung terhadap modal yang telah dikeluarkan.
“Dari pengalaman jualan di pasar, saya belajar sendiri tentang perpindahan uang. Saya harus memahami barang yang saya pegang, mengetahui kapan harus mengambil keputusan, dan yang tidak kalah penting adalah siap menghadapi perubahan kondisi pasar,” ujarnya.
Pengalaman berdagang secara langsung itu kemudian menjadi bekal ketika Kenzo mulai tertarik mempelajari perdagangan di pasar finansial. Meski memiliki karakter yang berbeda dengan perdagangan barang di pasar tradisional, ia melihat ada satu kesamaan penting, yakni ketidakpastian dan risiko yang selalu menyertai setiap keputusan.
Menurut Kenzo, kebiasaan menghadapi perubahan kondisi pasar sejak masih menjalankan usaha kecil membuatnya lebih berhati-hati ketika mulai mempelajari dunia trading. Ia menyadari bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, terutama terhadap modal yang dikelola.
“Ketika masuk ke dunia trading, saya merasa pengalaman di pasar tradisional tetap berguna. Saya sudah terbiasa melihat bahwa keputusan yang salah bisa berdampak langsung pada modal yang saya kelola,” katanya.
Dalam perjalanan tersebut, Kenzo mengaku tidak hanya berorientasi pada besarnya keuntungan. Baginya, kemampuan menjaga modal menjadi salah satu faktor penting untuk bisa bertahan dalam aktivitas bisnis maupun perdagangan pasar finansial.
“Menurut saya, keuntungan besar tidak berarti banyak kalau kita tidak mampu menjaga modal. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa tetap bertahan dan terus berkembang setelah menghadapi kondisi pasar yang berubah,” tegasnya.
Pencapaian Rp 1 miliar pertama pada usia 19 tahun pun menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Setelah melewati berbagai proses dan pengalaman sebagai trader, Kenzo mulai mengembangkan aktivitas bisnis dengan memanfaatkan pelajaran yang diperolehnya sejak masih berdagang di Madiun.
Ia menilai bisnis dan trading memiliki keterkaitan dalam hal pengambilan keputusan serta pengelolaan modal. Di kedua bidang tersebut, kemampuan membaca situasi dan memperhitungkan risiko menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Kini, Kenzo terus mengembangkan sejumlah aktivitas bisnis yang dijalankannya. Pengalaman mulai dari jual beli ponsel bekas, suku cadang sepeda motor, hingga berdagang di pasar tradisional menjadi bagian penting dalam membentuk cara berpikirnya sebagai seorang pengusaha muda.
Perjalanannya juga menunjukkan bahwa langkah membangun karier di dunia bisnis tidak selalu harus dimulai dari usaha besar. Pengalaman dari transaksi-transaksi kecil, menurut Kenzo, justru memberikan pemahaman langsung mengenai cara mengelola uang, risiko, dan perubahan pasar.
“Saya percaya proses itu yang membentuk cara berpikir seorang pengusaha. Apa yang saya pelajari dari setiap usaha akhirnya menjadi bekal ketika saya mengambil keputusan yang lebih besar,” pungkas Kenzo.
Baca Juga: Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie ke PN Jaksel, Sidang Perdana Digelar 3 September 2026
Meski demikian, Kenzo menekankan pentingnya memahami risiko dalam setiap aktivitas perdagangan dan investasi. Pengalaman yang berhasil bagi seseorang tidak serta-merta dapat dijadikan jaminan hasil yang sama bagi orang lain, sehingga pemahaman terhadap instrumen dan pengelolaan risiko tetap menjadi hal yang penting sebelum mengambil keputusan finansial.