← Beranda
Legenda Musik Jepang Haruomi Hosono Menyelami Makna Ketulusan Lewat “Sincerely”
Abdul RahmanJumat, 28 Agustus 2026 | 06.10 WIB
Legenda musik Jepang Haruomi Hosono. (istimewa)

 

JawaPos.com - Legenda musik Jepang Haruomi Hosono kembali menghadirkan karya baru. Di usia 79 tahun, musisi yang dikenal sebagai salah satu pionir musik elektronik tersebut merilis single “Sincerely”, lagu yang menjadi bagian dari album studio ke-23, Yours Sincerely, yang dijadwalkan terbit pada 11 September 2026 melalui Ghostly International.

“Sincerely” menjadi kelanjutan dari “Note of Mothership”, single pertama yang lebih dulu diperkenalkan untuk membuka perjalanan menuju album terbaru Hosono. Kali ini, ia mengajak pendengar menyelami gagasan sederhana tetapi memiliki makna mendalam, yakni ketulusan.

Secara harfiah, “sincerely” berarti dengan tulus atau dari hati. Kata tersebut juga umum digunakan sebagai penutup surat dalam bahasa Inggris. Bagi Hosono, makna tersebut memiliki hubungan erat dengan gagasan utama yang ingin ia sampaikan melalui Yours Sincerely.

Proses penggarapan album tersebut berlangsung selama sekitar dua tahun. Dalam periode tersebut, Hosono banyak mengeksplorasi bagaimana sejumlah konsep Jepang seperti omoiyari (kepedulian terhadap perasaan orang lain), jihi (belas kasih), dan boseiai (kasih keibuan) dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tanpa kehilangan makna aslinya.

Baca Juga: Artis EJR Berikan THC Dosis Gorilla ke Korban, Kekerasan Seksual Terjadi di Rumahnya

Hosono sempat mempertimbangkan kata compassion sebagai padanan yang paling dekat. Namun, ia merasa istilah tersebut belum sepenuhnya mewakili kedalaman omoiyari. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan ikut merasakan penderitaan orang lain, tetapi juga kemampuan untuk turut merasakan kebahagiaan mereka.

Dari pencarian tersebut, Hosono akhirnya memilih kata yang lebih sederhana dan akrab, yakni “Sincerely”.

“Saya memilih untuk tidak menggunakan ‘compassion’. Sebagai gantinya, saya beralih pada kata yang lebih familiar dan sering digunakan untuk menutup sebuah surat bertajuk ‘Sincerely’,” ujar Hosono dalam keterangannya.

Pilihan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik dengan pendekatan yang personal. “Sincerely” membawa Hosono kembali pada karakter musik Amerika era 1950-an, periode yang turut memberi warna terhadap perjalanan musikalnya. Namun, ia tidak sekadar bernostalgia. Pengaruh tersebut digunakan sebagai pijakan untuk mengeksplorasi kembali arti “sincerely” sebagai sesuatu yang berasal dari hati.

Menariknya, gagasan tersebut disampaikan Hosono melalui lirik berbahasa Jepang. Perpaduan antara referensi musik Amerika dan bahasa Jepang membuat “Sincerely” menjadi ruang pertemuan antara masa lalu, identitas budaya, serta cara Hosono memaknai ketulusan di masa kini.

Eksplorasi itu juga menjadi bagian penting dari Yours Sincerely. Album tersebut mempertemukan folk yang hangat dan eksperimental dengan elemen avant-pop. Hosono menggunakannya untuk merenungkan naluri kemanusiaan yang sering kali tersembunyi di balik rutinitas, mulai dari kasih sayang, kepedulian, kemurahan hati hingga belas kasih.

Tema mengenai keibuan dan kehidupan juga menjadi benang merah dalam album ini. Hosono menyoroti kekuatan keibuan yang menyelimuti Bumi sekaligus kasih tanpa syarat dari mereka yang memberikan kehidupan. Pendekatan tersebut membuat Yours Sincerely tidak hanya menjadi kumpulan lagu baru, tetapi juga refleksi personal tentang hubungan manusia dengan kehidupan dan sesamanya.

Kehadiran karya baru ini sekaligus menegaskan konsistensi Hosono dalam bereksperimen sepanjang kariernya yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. Ia merupakan salah satu pendiri Happy End, grup yang berperan penting dalam perkembangan rock berbahasa Jepang pada era 1970-an, sebelum kemudian membentuk Yellow Magic Orchestra (YMO) bersama Ryuichi Sakamoto dan Yukihiro Takahashi.

Bersama YMO, Hosono turut menjadi salah satu pelopor musik elektronik yang pengaruhnya melampaui Jepang. Eksperimen mereka kemudian menjadi referensi bagi banyak musisi dari berbagai generasi dan negara.

Baca Juga: Profil Vincent Rompies, Kini Lanjutkan Vindes Corp Tanpa Desta

Jejak pengaruh tersebut masih terlihat dalam musik kontemporer. Mac DeMarco, Ginger Root, Vampire Weekend, Cameron Winter hingga Harry Styles merupakan sejumlah nama yang pernah mengakui pengaruh Hosono terhadap karya mereka. 

Harry Styles bahkan mengambil inspirasi dari album HOSONO HOUSE (1973) ketika memberi judul album 2022 miliknya, Harry’s House. Sementara itu, Mac DeMarco secara terbuka menyebut Hosono sebagai salah satu musisi yang menjadi pahlawannya.

EDITOR: Abdul Rahman