JawaPos.com - Febby Rastanty mengungkap alasan kenapa dirinya menerima tawaran bermain sinetron Biarkan Hati Bicara tayangan SCTV. Bukan sekadar didapuk menjadi pemeran utama, Febby justru tertarik karena karakter Arina yang diperankannya menawarkan tantangan berbeda dari sejumlah peran protagonis biasanya.
Menurut Febby, karakter protagonis yang selama ini dimainkannya lebih banyak digambarkan sebagai sosok tertindas dan mudah larut dalam kesedihan. Sementara Arina memiliki karakter yang jauh lebih berani dan tegas dalam menghadapi masalah.
"Aku biasanya kalau protagonis itu tertindas dan menangis aja. Di sini karakter Arina lebih berani," ujar Febby Rastanty dalam jumpa pers virtual.
Keberanian Arina terlihat ketika berhadapan dengan Fico, karakter yang diperankan Rangga Azof. Meski mendapat perlakuan keras, Arina tidak memilih diam atau mundur. Ia justru berani melawan dan mempertahankan apa yang diyakininya.
Baca Juga: Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
"Dia nggak takut buat ngelawan Fico. Bahkan ketika Fico bersikap kasar atau mau nampar Arina, dia tetap berani menatap balik. Itu yang menurut aku menarik," tuturnya.
Di balik sosoknya yang pemberani, Arina ternyata menyimpan trauma besar dari masa lalu. Luka tersebut menjadi salah satu alasan Febby Rastanty merasa karakter Arina memiliki banyak sisi yang menarik untuk digali selama proses syuting.
Febby mengungkapkan, Arina sejak kecil harus menghadapi pengalaman traumatis setelah melihat ibunya dibunuh di depan mata kepalanya sendiri. Setelah kejadian tersebut, Arina harus tinggal bersama tantenya.
"Arina punya banyak layer. Dia berani, tapi sebenarnya punya trauma masa lalu yang besar. Dari kecil dia melihat ibunya dibunuh di depan mata, lalu harus tinggal bersama tantenya. Itu yang membuat karakternya sangat kompleks dan menarik untuk dipelajari," jelas Febby Rastanty.
Selain pemberani, Arina juga digambarkan sebagai perempuan yang memiliki pendirian kuat. Ia cenderung keras kepala ketika berhadapan dengan sesuatu yang diyakininya sebagai suatu kebenaran.
Di sisi lain, Arina juga memiliki sisi lembut. Ia merupakan sosok yang baik dan penyayang, bahkan dikenal mampu memperhatikan hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian orang lain.
Karakter yang memiliki banyak lapisan tersebut membuat Febby Rastanty harus memberikan pendekatan berbeda dalam memerankan Arina. Sementara itu, Febby juga berbicara tentang hubungannya dengan para lawan mainnya, termasuk Rangga Azof dan Rendi Jhon, di luar lokasi syuting.
Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Jika di sinetron Biarkan Hati Bicara interaksi mereka terlihat cukup intens, kondisi tersebut ternyata berbeda ketika kamera sudah berhenti merekam. Febby menyebut, dirinya dan para pemain lain justru cenderung lebih banyak diam.
"Mereka lebih banyak diam. Tidak seperti yang terlihat di depan kamera," kata Febby Rastanty.