JawaPos.com - Transformasi fisik yang dialami penyanyi Shabrina Leanor menjadi sorotan. Dalam 4 bulan, berat badannya berhasil turun cukup drastis dari 79 kilogram menjadi 65 kilogram.
Di balik perubahan bentuk fisik tersebut, Shabrina mengaku perjuangannya bukan sekadar demi penampilan, melainkan juga untuk menjaga kelangsungan kariernya di industri hiburan sekaligus membangun kembali rasa percaya dirinya.
Shabrina mengungkapkan, penurunan berat badan itu merupakan hasil dari rangkaian perawatan intensif yang dijalaninya, terutama operasi bariatrik dan program body contouring. Keputusan tersebut akhirnya diambil setelah melalui pertimbangan panjang dan target yang ingin dicapai.
Shabrina Leanor mengungkapkan salah satu alasan terbesar dirinya memutuskan menjalani transformasi adalah karena sering menjadi sasaran komentar negatif dari netizen di media sosial. Berbagai cibiran tentang bentuk tubuhnya sempat membuat terpuruk secara mental.
Baca Juga: Rumah Tangganya dengan Malik Bawazier Diisukan Retak, Begini Kata Cut Keke
"Kecantikan sebenarnya bukan looks yang harus bagus banget. Tapi karena kita kerja di dunia hiburan, ada standar yang membuat karier kita bisa stabil dan panjang. Salah satu effort yang bisa dilakukan adalah memperbaiki tubuh," ujar Shabrina saat ditemui di bilangan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan.
Shabrina Leanor menegaskan dirinya sebenarnya tidak memiliki masalah dengan bentuk tubuh sebelumnya. Namun, tekanan dari netizen di media sosial membuatnya merasa perlu melakukan perubahan bentuk fisik.
"Sebenarnya kalau gendut nggak apa-apa, karena aku basically suka. Cuma banyak banget omongan yang bilang seolah-olah gendut itu tidak memperbolehkan Shabrina jadi penyanyi. Seolah-olah penyanyi kalau gendut itu tidak boleh, tidak laku, tidak layak," tuturnya.
Komentar-komentar tersebut sempat memengaruhi kondisi emosionalnya. Shabrina mengaku pernah menangis karena merasa terpukul dengan berbagai penilaian yang diterimanya dari warganet.
"Karena gendut, aku dibilang kayak ibu-ibu anak tiga. Aku tidak tahu ketika terjun di entertain ternyata menghadapi banyak cemoohan, kritik, dan segala macam. Aku sampai mewek, sedih, down. Oke, aku akan lakukan yang terbaik," ungkapnya.
Dalam proses transformasi itu, Shabrina sempat menghadapi rasa takut terhadap tindakan medis. Ia mengaku memiliki toleransi rasa sakit yang rendah. Akan tetapi, pengalaman menjalani prosedur medis ternyata tidak seburuk yang dibayangkannya.
"Jujur aku tipe orang yang pain tolerance-nya rendah, paling takut sama suntikan. Tapi kemarin benar-benar nggak ada rasa. Untuk aku, skalanya dari 1 sampai 10 mungkin, asanya cuma di angka dua," katanya.
Meski kini tampil lebih langsing, Shabrina menyadari bahwa komentar publik ternyata tidak pernah benar-benar berhenti. Setelah berhasil menurunkan berat badan, masih ada sebagian orang yang justru tidak menyukai perubahan bentuk fisiknya.
"Aku sudah kurus pun ternyata banyak juga yang bilang 'aku lebih suka Shabrina yang dulu', jadi serba salah kan?" ujarnya.
Baca Juga: Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Pengalaman tersebut membuat Shabrina memiliki pandangan baru mengenai makna kecantikan dan penerimaan diri. Baginya, versi terbaik seseorang bukan ditentukan oleh angka di timbangan atau penilaian orang lain, melainkan dari kemampuan untuk menerima diri sendiri.
"Menurutku versi terbaik adalah ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita punya dan kita bisa hidup dengan damai dan tenang," tandas Shabrina Leanor.