← Beranda
5 Alasan Utama Euphoria Season 3 Mendapatkan Kritik Tajam dari Penonton dan Kritikus Global
Risma Azzah FatinRabu, 15 April 2026 | 14.06 WIB
Zendaya dalam Euphoria (Instagram @euphoria)

 

 

JawaPos.com – Serial Euphoria musim ketiga menuai beragam ulasan negatif dari kritikus sejak penayangan perdananya.

Setelah jeda panjang selama empat tahun, ekspektasi publik terhadap kelanjutan cerita sangat tinggi. Namun, sejumlah perubahan arah cerita dan eksekusi dinilai justru melemahkan kualitas keseluruhan serial.

Berikut 5 faktor utama yang menjadi penyebab menurunnya penilaian terhadap musim terbaru Euphoria, seperti dilansir dari laman Variety pada Senin (13/4).

1.     Perubahan Konsep Cerita yang Dinilai Tidak Relevan

Musim ketiga menghadirkan perubahan konsep yang cukup drastis dengan nuansa neo-Western. Pendekatan ini dianggap tidak selaras dengan identitas awal serial yang berfokus pada realitas remaja modern. Pergeseran latar dan gaya cerita membuat alur terasa janggal bagi penonton lama. Akibatnya, banyak pihak menilai serial kehilangan arah naratif yang sebelumnya kuat.

2.     Hilangnya Pesan Utama yang Kuat dan Provokatif

Pada musim awal, Euphoria dikenal karena keberaniannya mengangkat isu sensitif secara lugas. Namun, musim ketiga dinilai tidak lagi memiliki pesan yang jelas dan mendalam. Cerita yang disajikan terasa datar tanpa konflik ide yang berarti. Hal ini membuat daya tarik intelektual serial menurun dibandingkan musim sebelumnya.

3.     Alur Cerita yang Terkesan Dipaksakan Setelah Jeda Panjang

Kembalinya karakter-karakter utama setelah empat tahun dinilai tidak diimbangi dengan perkembangan cerita yang signifikan. Narasi tampak dipaksakan agar tetap relevan meskipun usia karakter sudah berubah. Hubungan antar tokoh tidak mengalami perkembangan yang meyakinkan. Kondisi ini membuat alur terasa stagnan dan kurang menarik.

4.     Pengembangan Karakter yang Lemah dan Repetitif

Karakter seperti Cassie dan Nate dinilai tidak mengalami perkembangan berarti. Konflik yang dihadirkan cenderung mengulang pola dari musim sebelumnya. Hal ini membuat dinamika karakter terasa monoton dan mudah ditebak. Bahkan, beberapa tokoh justru dianggap mengalami penurunan kompleksitas.

5.     Upaya Mengikuti Tren Budaya yang Kurang Efektif

Serial mencoba mengangkat isu terbaru seperti platform konten dewasa digital. Namun, penyajiannya dinilai kurang mendalam dan tidak memberikan sudut pandang baru. Tema tersebut bahkan dianggap kalah kuat dibandingkan serial lain yang mengangkat topik serupa. Akibatnya, upaya menjaga relevansi budaya justru terasa tidak maksimal.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti