← Beranda
Gali Potensi Karbon 600 Gigaton, JDS dan ITB Siapkan SDM Transisi Energi
Ryandi Zahdomo• Jumat, 25 September 2026 | 03.05 WIB
Jakarta Drilling Society (JDS) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Workshop CCS/CCUS untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lintas disiplin. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Jakarta Drilling Society (JDS) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Workshop CCS/CCUS.

Workshop itu untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lintas disiplin dalam mengelola potensi penyimpanan karbon nasional sebesar 600 gigaton.

Langkah ini penting mengingat sejumlah proyek Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2030 seiring penguatan regulasi pemerintah.

Baca Juga: BPJPH Ungkap Halal Sudah Jadi Gaya Hidup Generasi Z

Untuk menjawab target tersebut, kesiapan teknologi harus diimbangi SDM yang menguasai rantai proses capture, drilling, completion, penyimpanan karbon, regulasi, keekonomian, hingga sistem Monitoring, Measurement, Reporting and Verification (MMRV).

Head of Indonesia Center of Excellence for CCS and CCUS ITB Rachmat Sule menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktisi industri untuk mencetak talenta siap pakai.

"Kolaborasi JDS dan ITB menjadi langkah positif mempertemukan dunia akademik dan industri dalam membangun pemahaman mengenai CCS/CCUS," ujar Rachmat.

Baca Juga: Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian

Dia berharap, semakin banyak generasi muda yang peduli dan siap mengembanhkan CCS/CCUS di dalam negeri.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta yang siap mendukung pengembangan CCS/CCUS di Indonesia," sambung Rachmat Sule.

Dalam agenda panel discussion bertajuk CCS/CCUS Development in Indonesia: Industry Perspective, Business Opportunities, and Future Outlook, para peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan profesional dibekali gambaran peluang bisnis serta prospek komersialisasi teknologi ini.

Diskusi tersebut menghadirkan pemateri pakar, seperti Dewi Mersitarini dari PT Pertamina, Triharyo Soesilo dari Indonesia Center of Excellence for CCS and CCUS – ITB, serta perwakilan dari Wavelet Ltd.

Selain sesi diskusi, peserta mendapatkan kesempatan melakukan laboratory visit ke Indonesia Center of Excellence for CCS and CCUS – ITB.

Mereka melihat langsung pengoperasian EOR Lab, Monitoring CO₂ Injection Lab, GGR for CO₂ Storage Lab, hingga Capture CO₂ Lab.

Baca Juga: Potong Anggaran MBG untuk Pendidikan, Pengamat Yakin Kuliah di PTN Gratis Sangat Mungkin

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh tim DPM-10 JDS Batch 7 di bawah pimpinan Thaha Fajri Amin ini turut didukung OPT Oilfield Services, Kintec Global Recruitment, Halliburton, dan Ancora Bormindo, serta organisasi profesi Society of Petroleum Engineers (SPE) dan IATMI.

Melalui wadah pembelajaran dan networking ini, kolaborasi JDS dan ITB diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan ahli teknis demi mendukung transisi energi nasional.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah