← Beranda
PLTS 100 GWp Ditarget Tuntas dalam 3 Tahun, Nilai Investasi Rp 1.140 Triliun
Muhammad RidwanRabu, 26 Agustus 2026 | 00.22 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.

Berdasar hitungan Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar USD 73 miliar atau setara Rp 1.140 triliun. 

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Prabowo menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan energi nasional.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Proyek PLTS 100 GW di Bali demi Kemandirian Energi

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 Gigawatt dalam tiga tahun,” kata Prabowo dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp yang disiarkan secara daring.

Kepala Negara menjelaskan, pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp memiliki skala yang sangat besar jika dibandingkan dengan total kapasitas pembangkit listrik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Ia menyebut, kapasitas seluruh pembangkit listrik nasional, baik yang bersumber dari batu bara, minyak, gas, maupun panas bumi, berada di kisaran 88 GW.

"Seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Seluruhnya, dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari geotermal, semuanya 88 gigawatt. Kita akan bangun 100 gigawatt," ujarnya.

Prabowo optimistis, pembangunan tersebut dapat dirampungkan lebih cepat apabila seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat mampu bekerja secara maksimal.

Baca Juga: Merdeka dari Ketergantungan Genset, PNRE-Kemenkop Kembangkan PLTS Pulau Sembur

Bahkan, ia memperkirakan proyek itu berpotensi selesai dalam waktu dua tahun saja.

Pengembangan energi surya, lanjut Prabowo, menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi.

Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai sumber energi lain, termasuk energi terbarukan, panas bumi dan gas, sembari meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

“Kita tidak boleh mengimpor lagi satu barel pun minyak,” tegas Prabowo.

Investasi PLTS 100 GWp capai Rp 1.140 triliun

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan program pembangunan PLTS 100 GWp butuh investasi sekitar USD 73 miliar atau setara Rp 1.140 triliun.

Baca Juga: Stop PLTD 13 GW Tahun ini, Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS 30 GW

Investasi itu diproyeksikan memberikan efisiensi terhadap subsidi energi hingga sekitar Rp 73,9 triliun setiap tahun.

Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor terkait.

“Ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 5,52 juta lapangan kerja,” ucap Bahlil.

Bahlil juga memperkirakan program tersebut dapat menekan emisi karbon hingga sekitar 140 juta ton CO2 setiap tahun.

Dari pengurangan emisi itu, nilai ekonomi karbon yang berpotensi dihasilkan mencapai sekitar Rp 6,31 triliun.

Baca Juga: Peneliti Soroti Cepatnya Pemulihan Listrik Flores Pascagempa: 11 Gardu Pulih Kurang dari 12 Jam

Berdasarkan fact sheet pemerintah, anggaran investasi Rp 1.140 triliun akan diarahkan untuk pembangunan PLTS di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut mencakup penggantian pembangkit listrik berbahan bakar diesel, elektrifikasi wilayah perdesaan dan desa produktif, penguatan jaringan kelistrikan, hingga mendukung kebutuhan kawasan industri.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan mengutamakan peran badan usaha melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Pengembang swasta akan diberikan kesempatan mengerjakan proyek apabila mampu menawarkan harga yang kompetitif.

Sebaliknya, jika tidak terdapat investor yang berminat atau penawaran harga dinilai tidak kompetitif, pemerintah membuka kemungkinan mengambil alih pembangunan melalui Danantara.

Baca Juga: Muktamar NU di Jombang Siapkan 150 Becak Listrik, Begini Skema Penjemputannya

“Kita akan mengambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah melalui Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau,” beber Bahlil.

Pembangunan PLTS tersebut juga akan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS).

Teknologi penyimpanan energi ini diharapkan dapat mendukung keandalan dan fleksibilitas sistem kelistrikan nasional.

Tekan Ketergantungan BBM

Program PLTS 100 GWp juga dirancang untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), terutama pada pembangkit listrik yang selama ini masih mengandalkan diesel.

Bahlil menyampaikan, saat ini masih terdapat sekitar 12,6 GW kapasitas pembangkit listrik yang menggunakan BBM. 

Baca Juga: Apakah Motor Listrik Boleh Dicas Semalaman? Ini Penjelasan dan Tips agar Baterai Awet

Konsumsi BBM untuk pembangkit tersebut diperkirakan setara dengan 230 ribu hingga 250 ribu barel per hari.

Karena itu, pemerintah akan memperluas pemanfaatan energi surya, khususnya di wilayah yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel.

“Kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM kita khususnya jenis solar akan turun dan semuanya akan kita memakai energi nasional,” pungkasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra