← Beranda
Pascagempa NTT, 56 SPBU di Pulau Flores Kembali Beroperasi 100 Persen
Dony Lesmana Eko PutraSabtu, 22 Agustus 2026 | 05.11 WIB
Petugas sedang memasang pipa selang distribusi BBM. (Istimewa)

JawaPos.com - Kabar baik datang dari sektor energi pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores telah kembali beroperasi. Sebanyak 56 SPBU kini melayani kebutuhan BBM masyarakat di delapan kabupaten.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan seluruh 56 SPBU atau 100 persen SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi.

Selain fasilitas SPBU, kondisi kelistrikan juga telah kembali normal. Dengan demikian, sebagian besar SPBU tidak lagi mengandalkan genset untuk menunjang operasional.

“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty.

56 SPBU Tersebar di 8 Kabupaten

Pulihnya seluruh SPBU membuat tidak ada lagi fasilitas pengisian BBM di Pulau Flores yang berstatus belum beroperasi. Sebanyak 56 SPBU tersebut tersebar di delapan kabupaten, dengan rincian:

  • Ngada: 6 SPBU
  • Manggarai: 8 SPBU
  • Manggarai Timur: 6 SPBU
  • Manggarai Barat: 8 SPBU
  • Sikka: 12 SPBU
  • Flores Timur: 7 SPBUEnde: 5 SPBU
  • Nagekeo: 4 SPBU

Sikka menjadi wilayah dengan jumlah SPBU terbanyak, yakni 12 unit, sedangkan Nagekeo memiliki empat SPBU.

Pertamina Kerahkan 33 Mobil Tangki

Pemulihan SPBU juga dibarengi dengan percepatan normalisasi jalur distribusi BBM. Pertamina Patra Niaga mengerahkan tambahan armada untuk memastikan pasokan energi tetap berjalan ke sejumlah wilayah terdampak.

Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke berbagai titik. Pertamina juga menambah dukungan Awak Mobil Tangki dari sejumlah wilayah untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.

Langkah tersebut dilakukan agar pemulihan SPBU tidak hanya berhenti pada pembukaan fasilitas, tetapi juga diikuti dengan ketersediaan pasokan BBM.

“Pertamina mengerahkan dukungan armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak, sementara dukungan Awak Mobil Tangki juga dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memastikan kegiatan distribusi dapat terus berjalan,” kata Kitty.

Dalam proses pemulihan pascagempa, Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri untuk memastikan kebutuhan energi bagi penanganan bencana dan aktivitas masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Kitty, pemulihan layanan energi tidak hanya berkaitan dengan kembali beroperasinya SPBU. Rantai pasok BBM juga harus dipastikan tetap berjalan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Pemulihan layanan energi bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, serta menyesuaikan pola suplai dengan kondisi di lapangan hingga aktivitas energi di wilayah terdampak gempa NTT kembali normal.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra