← Beranda
AS-Iran Beda Klaim Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat
Djati WaluyoRabu, 19 Agustus 2026 | 16.01 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia. (Sumber: Getty Images)

 

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia kompak naik pada perdagangan Rabu (19/8) seiring dengan pernyataan yang saling bertentangan dari Teheran dan Washington mengenai apakah Selat Hormuz masih terbuka bagi kapal-kapal.

Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,21 poin atau 0,23 persen ke level 91,54 dollar per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,64 poin atau 0,76 persen ke level 84,70 dollar per barel.

Dilansir Reuters Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz terbuka. Pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim Iran yang menyebut jalur perairan strategis tersebut masih ditutup untuk pelayaran.

Perjanjian gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa negaranya mengambil langkah akibat kebuntuan diplomatik tersebut. Namun, tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua pihak pada Selasa.

Baca Juga: Usul AHWA Jadi Lembaga Permanen untuk Mencegah Konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Untuk menghindari Selat Hormuz, kabinet Irak menyetujui mekanisme ekspor minyak mentah Irak melalui perusahaan internasional dan lokal khusus serta melalui sejumlah jalur ekspor, kata pemerintah pada Selasa.

Kontrak berdasarkan mekanisme baru tersebut akan berlangsung selama tiga bulan mulai 1 September, berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan setelah rapat kabinet.

Sementara itu, dua perusahaan pelayaran besar asal China menghentikan pengiriman kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb di tengah konflik di Timur Tengah. Sebagai gantinya, mereka mengambil kargo minyak di luar kawasan Teluk, menurut tiga eksekutif industri, pelacak kapal tanker, dan seorang broker kapal.

Di AS, persediaan minyak mentah dan produk distilat turun, sementara stok bensin meningkat pada pekan lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) pada Selasa.

Data resmi persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) AS akan dirilis pada pukul 10.30 waktu setempat atau 14.30 GMT. Analis yang disurvei Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun sekitar 600.000 barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan