JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8).
Bahlil Lahadalia memerintahkan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Mawardi Nur untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas) di Blok Andaman.
”Tingkatkan lifting di Andaman,” ujar Bahlil dilansir dari Antara di Jakarta, Rabu (5/8).
Baca Juga: Atasi Krisis Listrik Sumatera, ESDM Percepat Pembangunan PLTA Batang Toru
Pernyataan tersebut dia sampaikan setelah pelantikan Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA di Gedung Chairul Saleh Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Jakarta, menggantikan Nasri Djalal.
Selain memerintahkan Kepala BPMA untuk menaikkan lifting migas di Blok Andaman, Bahlil juga meminta Kepala BPMA menaikkan produksi semua sumber minyak Indonesia di wilayah Aceh.
”Naikkan juga semua sumber blok minyak kita yang ada di wilayah Aceh,” tandas Bahlil.
Baca Juga: Kementerian ESDM Mulai Bangun PSEL Legok Nangka Berkapasitas 40,79 MW
Mubadala Energy telah menemukan cadangan gas di lepas pantai (offshore) Blok Andaman. Kemudian, untuk target produksi Mubadala Energy pada tahap awal ini sekitar 300 MMSCFD (million standard cubic feet per day atau juta standar kaki kubik per hari).
Sementara itu, usai pelantikan Mawardi Nur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
”Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh,” ujar Mawardi.
Mawardi menetapkan tiga agenda prioritas. Yakni meningkatkan lifting migas dan memastikan efisiensi biaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan daerah. Selanjutnya mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur masyarakat sesuai Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 agar menjadi tambahan produksi migas Aceh.
Selain itu, memperluas keterlibatan kontraktor lokal dan SDM Aceh dalam seluruh aktivitas hulu migas.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda.
Baca Juga: Diplomasi Selat Hormuz Menguat, Harga Minyak Mentah Dunia Kompak Turun
Di bawah kepemimpinannya, PEMA melakukan transformasi tata kelola dan diversifikasi usaha ke berbagai sektor, antara lain perdagangan kopi Aceh, pabrik baja ringan, pembangunan Infrastruktur telekomunikasi dan perikanan.
Langkah tersebut memperkuat kinerja perusahaan, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
”Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM,” terang Mawardi.
Baca Juga: Kembangkan Energi Bersih, Lautan Luas Gaet Greenvolt Bangun 8 Panel di Jawa dan Sumatera