← Beranda
Rumpon Konservasi Bantu Nelayan Hemat BBM hingga 66 Persen, Sekaligus Jaga Ekosistem Laut
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 4 Agustus 2026 | 03.40 WIB
Pelemparan buoy penanda lokasi rumpon untuk produktivitas dan efisiensi nelayan tanpa mengganggu ekosistem alam di Pulau Sabira. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pemanfaatan rumpon konservasi di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, menunjukkan bahwa upaya menjaga kelestarian laut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan nelayan. Hal itu terbukti dengan manfaat pemangkadan konsumsi bahan bakar nelayan hingga 66 persen sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan.

Program yang dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya sejak 2022 itu menjadi bagian dari konservasi terintegrasi di Pulau Sabira. Selain mendorong penggunaan rumpon konservasi, program tersebut juga mencakup penanaman 2.000 bibit mangrove dan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang untuk memperkuat ekosistem pesisir.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, program konservasi dirancang agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Daftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026, Tidak Ada Kenaikan untuk Pelanggan Rumah Tangga

"Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Moch. Andy Adchaminoerdin kepada wartawan, Senin (3/8).

Melalui rumpon konservasi, kebutuhan bahan bakar nelayan untuk sekali melaut turun dari sekitar 30 liter menjadi hanya sekitar 10 liter. Penghematan tersebut tidak hanya menekan biaya operasional nelayan, tetapi juga berpotensi mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar.

Program konservasi ini turut dibarengi dengan pengembangan UMKM pengolahan hasil laut, penyediaan akses internet publik, serta pelatihan pemuda Karang Taruna sebagai pemandu ekowisata dan penggerak edukasi konservasi. Atas implementasi program tersebut, PLN UID Jakarta Raya meraih Predikat Platinum Alignment pada Indonesia Green Awards 2026 yang diselenggarakan La Tofi School of Social Responsibility.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Pemulihan Kapasitas PLTP Sarulla Tapanuli Utara Rampung 2028

"Kami berharap model konservasi terintegrasi ini dapat menjadi rujukan dan direplikasi di lokasi lainnya," kata Andy.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah