← Beranda
Kuasai Pasar Global, Terminal Arun di Aceh jadi Pusat LNG Hub Utama Asia
Djati WaluyoSabtu, 25 Juli 2026 | 22.24 WIB
ILUSTRASI. Terminal pengisian LNG yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

 

JawaPos.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai pasar pemuatan re-ekspor LNG terbesar di dunia dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026. Indonesia menguasai pangsa pasar global sebesar 17,3 persen dengan volume pemuatan mencapai 0,85 juta ton.

Capaian tersebut ditopang oleh operasional Terminal Arun yang dikelola PT Perta Arun Gas (PAG), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Terminal tersebut menjadi satu-satunya kontributor Indonesia dalam mengantarkan posisi sebagai Largest Re-Export Loading Market LNG di dunia.

President Director PAG, Yan Syukharial, mengatakan capaian itu sejalan dengan pengembangan bisnis LNG Hub yang kini menjadi salah satu tulang punggung perusahaan.

"Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia," ujar Yan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (25/7).

Yan mengatakan, letak Terminal Arun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, menjadi salah satu keunggulan kompetitif karena berada di jalur strategis menuju pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kondisi tersebut memudahkan penerimaan maupun penyaluran pasokan LNG ke pasar global.

"PAG, terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," ujarnya.

Selama periode 2025, PAG telah melaksanakan 49 kegiatan operasional yang terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD).

Dimana, realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 m kubik dengan total energi sebesar 34.806.990 Million Metric British Thermal Units (MMBTU), reloading mencapai 1.162.429,49 m kubik dengan besaran energi 27.016.005 MMBTU, serta GUCD mencapai 176.847,75 m kubik dengan energi 4.107.643 MMBTU.

Lanjutnya, sepanjang Tahun 2025, PAG berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD 105 juta. Perusahaan yang baru berusia 13 tahun ini juga mencatatkan laba bersih perusahaan sebesar USD 25,1 juta.

"Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati