Konten: JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali turun pada perdagangan Kamis (24/6) setelah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan mereda seiring semakin banyak kapal tanker yang berhasil keluar dari Selat Hormuz.
Berdasarkan Investing, Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,1 persen, menjadi USD 73,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,55 persen menjadi USD 69,81 per barel.
Berdasarkan Reuters, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, volume minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz hampir kembali ke tingkat sebelum perang Iran dimulai. Adapun, kapal-kapal tanker mulai dapat meninggalkan kawasan tersebut dengan pengawalan militer.
"Dalam 24 jam terakhir, sekitar 20 juta barrel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz," kata Wright dalam Reuters Global Energy Forum di New York.
Wright mengatakan, proses normalisasi pelayaran sempat tertunda akibat keberadaan ranjau yang dipasang Iran di perairan selat tersebut. Namun Iran tidak akan memiliki kemampuan untuk memblokade Selat Hormuz di masa mendatang.
"AS akan memastikan arus pengiriman tetap berjalan bahkan tanpa adanya kesepakatan dengan Teheran," ujarnya.
Selain itu, AS pekan ini mengizinkan kembali penjualan minyak Iran sebagai bagian dari upaya mencapai perjanjian damai permanen. Sebagai imbalannya, Iran diminta memberikan komitmen terkait inspeksi program nuklir dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Optimisme Perdamaian AS-Iran Bikin Harga Minyak Mentah Kembali Turun
Sementara ittu, Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai produksi dan ekspor minyak Iran berpotensi meningkat dengan cepat apabila sanksi benar-benar dilonggarkan.
"Jika sanksi dilonggarkan, produksi dan ekspor Iran dapat meningkat relatif cepat mengingat besarnya volume minyak yang saat ini tersimpan di kapal tanker. Kemungkinan hanya membutuhkan hitungan minggu, bukan bulan," ujarnya.