← Beranda
Produksi Migas PHI Melampaui Target, Kinerja 2025 Jadi yang Terbaik dalam Lima Tahun
Nanda PrayogaRabu, 10 Juni 2026 | 18.54 WIB
Jajaran direksi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).(Istimewa)

JawaPos.com - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menorehkan capaian penting sepanjang 2025 dengan berhasil melampaui target produksi minyak dan gas bumi (migas) yang telah ditetapkan perusahaan. Kinerja tersebut mendapat pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada 3 Juni 2026.

Sepanjang tahun lalu, rata-rata produksi minyak PHI mencapai 44,42 ribu barel per hari atau melampaui target RKAP sebesar 107,29 persen. Sementara itu, produksi gas bumi tercatat 536,72 MMSCFD atau setara 101,34 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir perusahaan mampu membukukan produksi migas di atas target tahunan.

Rapat pemegang saham dipimpin oleh Komisaris Utama PHI Meidawati dan dihadiri Komisaris PHI Nana Sudjana, Direktur Utama PHI Sunaryanto, jajaran manajemen, serta para pemegang saham.

Dalam forum tersebut, pemegang saham memberikan apresiasi terhadap performa perusahaan sepanjang 2025. PHI dinilai mampu menjaga kinerja operasional secara konsisten, tercermin dari pencapaian produksi dan lifting yang melampaui sasaran, sekaligus mempertahankan biaya operasi dan biaya produksi tetap lebih rendah dari target yang telah direncanakan.

Perseroan juga terus menjalankan berbagai langkah optimalisasi untuk meningkatkan produksi. Dengan tren pertumbuhan pendapatan yang positif, pemegang saham berharap upaya peningkatan kinerja tersebut dapat terus diperkuat sepanjang 2026.

Tak hanya dari sisi produksi, PHI juga mencatat keberhasilan dalam menambah cadangan migas terbukti (1P). Sepanjang 2025, tambahan cadangan yang diperoleh mencapai lebih dari 70 juta barel setara minyak atau sekitar 193 persen dari target RKAP. Capaian itu ditopang oleh penyelesaian pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, dan 9.783 aktivitas well service.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik jadi Rp 16.250 per Liter, ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Mulai 10 Juni

Direktur Utama PHI Sunaryanto menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen perusahaan untuk terus menjaga keberlanjutan produksi migas nasional melalui investasi yang berkesinambungan.

“Di PHI, kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujarnya.

Menurut Anto, sapaan akrab Sunaryanto, investasi pada sektor eksplorasi dan eksploitasi tetap menjadi fokus utama perusahaan guna memastikan keberlangsungan produksi migas dari wilayah operasi di Kalimantan.

“Pencapaian produksi dan lifting migas yang naik di tahun buku 2025 merupakan hasil dari selective investment, inovasi filling the gap serta optimasi baseline dan well intervention,” katanya.

Selama lima tahun terakhir, PHI telah merealisasikan pengeboran 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan sebagai bagian dari strategi mempertahankan dan meningkatkan produksi migas.

Kinerja operasional tersebut juga dibarengi dengan pencapaian di bidang keselamatan kerja. Hingga Mei 2025, perusahaan berhasil membukukan lebih dari 32 juta jam kerja selamat. Selain itu, PHI mencatatkan nihil kecelakaan kerja atau Number of Accident (NoA) dengan tingkat TRIR sebesar 0,14, lebih baik dibandingkan batas toleransi yang ditetapkan sebesar 0,19.

Di bidang lingkungan, perusahaan mengklaim berhasil menekan emisi karbon lebih dari 215 kiloton sepanjang tahun lalu. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target keberlanjutan dan pengendalian perubahan iklim.

Sementara itu, hasil audit independen menunjukkan laporan keuangan konsolidasian PHI untuk tahun buku 2025 memperoleh opini wajar dalam seluruh aspek material. Auditor menyatakan posisi keuangan, kinerja usaha, dan arus kas perusahaan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. PHI juga mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan pada peringkat AA+ (idn) dengan outlook stabil.

Dalam RUPS tersebut, manajemen turut melaporkan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui Community Involvement & Development (CID). Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur, hingga penanggulangan bencana.

Sepanjang 2025, PHI menggelontorkan investasi untuk menjalankan 65 program CID yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi di Kalimantan Timur. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong terciptanya kemandirian yang berkelanjutan.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin