← Beranda
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM dan Pelumas untuk Hulu Migas Lewat Kerja Sama dengan SKK Migas
Dhimas GinanjarRabu, 20 Mei 2026 | 17.44 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Patra Niaga dengan SKK Migas pada Selasa (19/5/2026). (Pertamina)

 
JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat sinergi dengan SKK Migas untuk mendukung operasional sektor hulu minyak dan gas nasional. Kerja sama ini difokuskan pada optimalisasi penggunaan produk dalam negeri guna memenuhi kebutuhan energi di sektor hulu migas.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi nasional.

Dalam kerja sama tersebut, Pertamina Patra Niaga akan mendukung kebutuhan operasional Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Produk yang disiapkan mencakup bahan bakar minyak, pelumas, dan produk energi lainnya.

Sinergi ini diharapkan memastikan pasokan energi tetap terjaga di berbagai wilayah operasi hulu migas. Stabilitas suplai dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas produksi nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai kolaborasi ini memiliki nilai strategis. Menurutnya, kedua institusi memiliki peran yang saling melengkapi.

“SKK Migas meyakini bahwa kemitraan antara SKK Migas dan Pertamina Patra Niaga adalah kemitraan strategis nasional. Kedua lembaga memiliki misi yang saling melengkapi di mana SKK Migas memastikan optimalisasi pengelolaan kegiatan hulu migas nasional, sementara Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan produk energi,” ujar Djoko.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda besar pemerintah. Fokusnya adalah memperkuat kemandirian energi nasional.

Menurutnya, peran Pertamina Patra Niaga tidak hanya sebagai distributor energi. Perusahaan juga menjadi bagian dari rantai pasok energi nasional yang lebih terintegrasi.

“Karena pemerintah mempunyai cita-cita untuk kemandirian energi, Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari BUMN perlu mendukung program tersebut. Oleh karena itu, ini adalah bentuk dukungan Pertamina Patra Niaga dalam rangka menuju kemandirian energi,” ujar Mars Ega.

Mars Ega menambahkan, struktur bisnis Pertamina kini semakin terhubung dari hulu ke hilir. Dengan integrasi tersebut, pemanfaatan lifting dari KKKS juga dapat masuk ke rantai nilai bisnis perusahaan.

Kerja sama ini diproyeksikan memberi dampak pada pencapaian target produksi migas nasional. Selain itu, sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan energi dalam negeri.

Bagi sektor hulu migas, kepastian pasokan energi operasional menjadi faktor penting. Karena itu, optimalisasi produk domestik dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi.

EDITOR: Dhimas Ginanjar