← Beranda
BBM Solar kembali Tersedia di SPBU Shell, Dijual Rp 30.890 per Liter
AntaraMinggu, 10 Mei 2026 | 19.14 WIB
Sejumlah kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU Shell di Jalan Sawarna, Kompleks Bandara Soekarno-Hatta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

 

JawaPos.com-Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali tersedia di SPBU Shell setelah mengalami kelangkaan sejak awal tahun 2026, dengan harga Rp 30.890 per liter.

“Terima kasih sudah setia menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell,” tulis manajemen Shell Indonesia melalui laman Instagram resminya @shell_indonesia dikutip dari Jakarta, Minggu.

Harga solar di SPBU Shell juga mengalami lonjakan sebagaimana stasiun pengisian bahan bakar umum lainnya, selaras dengan harga minyak dunia yang meroket akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Harga solar di SPBU Shell yang semula Rp 14.620 per liter pada 1 Maret 2026, melonjak ke angka Rp 30.890 per liter.

Melalui laman resminya, Shell Indonesia mengumumkan bahwa Shell V-Power Diesel tersedia di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung.

Sementara itu, untuk BBM jenis Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih tidak tersedia sejak awal tahun 2026.

Tak hanya Shell yang mengalami perubahan harga BBM. PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 4 Mei, dengan jenis BBM nonsubsidi solar dan Pertamax Turbo mengalami lonjakan, sementara Pertamax tetap.

Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Senin, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) menunjukkan peningkatan ke angka Rp 19.900 per liter dari Rp19.400 per liter pada April.

Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar di wilayah tersebut turut mengalami peningkatan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp 26.000 per liter dari Rp 23.600 per liter pada April 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga naik menjadi Rp 27.900 per liter dari yang sebelumnya Rp 23.900 per liter.

Sementara itu, Pertamina masih menahan harga Pertamax (RON 92) di level Rp 12.300 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp 12.900 per liter sejak Maret, tepatnya sebelum perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Baca Juga: Harga Solar Melonjak, Pasar Mobil Diesel Bekas Terancam Lesu? Ini Kata Pelaku Industri

Baca Juga: Kenaikan Tajam Harga Solar Non Subsidi Picu Migrasi ke Mobil Listrik

Harga BBM penugasan dan subsidi juga tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan