JawaPos.com - Di tengah kian terasa dampak perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari, peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk mendorong aksi nyata yang tidak bisa lagi ditunda.
Menjawab tantangan tersebut, IDXCarbon bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Jejakin meluncurkan kampanye “AKU NET-ZERO HERO” pada Rabu (22/4) di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan mengajak masyarakat berkontribusi dalam gaya hidup rendah karbon melalui langkah yang sederhana, terukur, dan mudah diakses.
Sebagai pelopor perdagangan kredit karbon di IDXCarbon, Pertamina NRE sebelumnya telah memperdagangkan kredit karbon dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Lahendong unit 5 dan 6. Kini, Pertamina NRE kembali menghadirkan kredit karbon dari proyek berbeda, yakni pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Kredit karbon ini turut menjadi bagian dari kampanye pengurangan emisi melalui fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri, dengan dukungan Jejakin dalam penghitungan karbon.
Lewat kampanye ini, masyarakat, khususnya pengguna Livin’ by Mandiri, diperkenalkan pada konsep carbon offset, yaitu upaya mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dengan membeli kredit karbon dari proyek-proyek penurunan emisi yang telah terverifikasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, yang menekankan keterkaitan langsung antara aksi individu dan dampak nyata di lapangan.
“Ketika seseorang melakukan offsetting , sesungguhnya ia sedang mendukung proyek nyata seperti pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei. Di situlah esensi dari transisi energi, bagaimana setiap langkah kecil dapat dikonversi menjadi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Peluncuran kampanye “AKU NET-ZERO HERO” juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi publik mengenai pasar karbon, sekaligus membangun ekosistem yang lebih inklusif dan kredibel. Dengan akses yang semakin luas, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.
PLTBg Sei Mangkei sendiri memiliki kapasitas 2,4 megawatt (MW) dan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) untuk diolah menjadi energi listrik. Proyek ini berperan penting dalam menekan emisi gas metana sekaligus menghadirkan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan operasional.
“Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang membuat kontribusi individu menjadi lebih mudah, terukur, dan terhubung langsung dengan dampak nyata di lapangan,” tutup Indira.