← Beranda
Daftar Cadangan Energi Negara Asia saat Konflik Iran vs AS-Israel: Jepang 254 Hari, Indonesia hanya 20 Hari
Nanda PrayogaJumat, 27 Maret 2026 | 00.27 WIB
ILUSTRASI Tangki BBM.

 

JawaPos.com - Sejumlah negara di Asia memastikan kesiapan cadangan energi mereka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Iran vs AS-Israel. Terutama setelah kekhawatiran terganggunya jalur distribusi minyak global seperti Selat Hormuz.

Ketahanan pasokan energi menjadi perhatian utama guna menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan domestik. Beberapa negara bahkan memiliki cadangan minyak yang mampu menopang kebutuhan dalam negeri selama berbulan-bulan.

Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok menunjukkan kapasitas stok yang relatif kuat, sementara negara lain seperti Thailand, Singapura, dan Filipina juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi krisis pasokan.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki cadangan energi yang jauh lebih terbatas. Pemerintah memastikan kondisi pasokan saat ini tetap aman, meski terus memantau perkembangan konflik jika berlangsung berkepanjangan.

Berikut cadangan energi pada 8 negara Asia pasca meningkatnya tegangan geopolitik di Timur Tengah!

1. Jepang 254 Hari

Dikutip dari Mainichi, Jepang memiliki cadangan minyak yang mampu memenuhi kebutuhan domestik hingga sekitar 254 hari. Hal ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dalam sidang parlemen pada (2/3).

Ia memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah kekhawatiran terganggunya distribusi akibat potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Takaichi membahas kondisi tersebut dalam rapat Komite Anggaran Parlemen seiring meningkatnya tensi di Timur Tengah.


2. Korea Selatan 208 Hari

Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi, Moon Shin-hak, menyebutkan cadangan minyak yang siap digunakan mencapai sekitar 157 juta barel. Jumlah ini terdiri dari 76,48 juta barel cadangan pemerintah dan 73,83 juta barel dari sektor swasta.

Dengan tambahan pasokan yang masih dapat diamankan, Korea Selatan diperkirakan mampu bertahan hingga kurang lebih 208 hari.

3. Tiongkok 200 Hari

Sekitar 50 persen impor minyak Tiongkok bergantung pada jalur Selat Hormuz. Namun, negara tersebut telah menyiapkan cadangan strategis mencapai sekitar 1,5 miliar barel, yang cukup untuk menopang kebutuhan impor hingga sekitar 200 hari.

Tiongkok juga terus memperluas kapasitas penyimpanan minyak mentah hingga 2028. Dengan cadangan besar serta pasokan alternatif, termasuk dari Rusia, potensi gangguan dari Iran dinilai masih dapat diantisipasi.


4. Thailand 95 Hari

Dilansir dari asianews.network, Menteri Energi Auttapol Rerkpiboon menyatakan bahwa cadangan minyak Thailand dapat menopang kebutuhan hingga 95 hari.

Ia juga menegaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah darurat, seperti pembatasan ekspor, peningkatan kewajiban cadangan, serta opsi penggunaan biodiesel dan produk olahan lainnya, menyusul kekhawatiran pasokan akibat situasi di Selat Hormuz.

5. Singapura 90 Hari

Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), Singapura mewajibkan perusahaan pembangkit listrik untuk menjaga stok produk minyak minimal selama 90 hari sebagai langkah antisipasi gangguan pasokan energi.

6. Vietnam 56 Hari

Mengacu pada data Asia Pacific Energy Research Centre (APERC), total kapasitas cadangan minyak Vietnam mencapai sekitar 56 hari impor bersih.

Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 34 hari stok komersial, 16 hari stok operasional kilang di fasilitas seperti Dung Quat Refinery dan Nghi Son Refinery, serta sekitar 6 hari cadangan nasional untuk produk olahan minyak.

7. Filipina 51 Hari

Menurut Departemen Energi Filipina, cadangan BBM nasional per Maret 2026 berada di kisaran 51,5 hari.

Rinciannya meliputi solar 50,5 hari, minyak tanah 67,5 hari, avtur 58 hari, serta LPG 29 hari. Pemerintah memastikan stok tersebut cukup untuk menopang kebutuhan hampir dua bulan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

8. Indonesia 20 Hari

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan cadangan BBM nasional masih dalam kondisi aman meski konflik di Timur Tengah terus berkembang. "Masih cukup (untuk) 20 hari," ucap Bahlil di Istana Kepresidenan.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada dampak terhadap pasokan energi dalam negeri. "Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu," katanya.

Namun demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, terutama jika konflik berlangsung dalam jangka waktu lebih lama.

EDITOR: Estu Suryowati