← Beranda
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Pakar Apresiasi Pemerintah Jaga Pasokan Energi saat Lebaran
Muhammad RidwanKamis, 26 Maret 2026 | 23.50 WIB
Ilustrasi warga mengisi BBM di SPBU. Pertamina memastikan stok BBM dan LPG aman selama mudik Lebaran 2026. (Dok. Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi aman. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

"BBM berbentuk bensin sebagian 50 persen, kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya," kata Bahlil.

Bahlil menyatakan bahwa stok BBM dalam negeri ke depan dalam kondisi baik. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir atas kondisi energi dalam negeri.

"Beberapa hari itu insyaallah dalam kondisi yang baik," tuturnya.

Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, mengapresiasi kinerja pemerintah yang tetap menjaga pasokan BBM saat hari raya. Dia menilai, kondisi tersebut tidak lepas dari pengalaman dalam mengelola kebutuhan energi saat periode mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Kurangi Impor BBM dan LPG, IESR Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga

“Ya memang karena sudah event tahunan. Artinya secara pasokan mungkin pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin keterisian dan harga dari BBM,” ujar Ary.

Menurut dia, pola konsumsi BBM saat Lebaran sudah cukup terprediksi karena berlangsung dalam waktu terbatas, umumnya hanya sekitar satu pekan selama arus mudik dan balik. Hal ini membuat pemerintah lebih mudah mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Kalau Lebaran kan memang penambahan karena mudik ya, itu juga dalam kategori mungkin semingguan, artinya dari berangkat sampai pulang,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai perilaku masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan BBM juga turut berkontribusi terhadap stabilitas pasokan. Kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan membuat masyarakat cenderung menahan konsumsi yang tidak perlu.

“Kalau masyarakat sudah mulai mengendalikan diri untuk tidak terlalu menghambur-hamburkan, manfaatnya terasa. Saya lihat di beberapa daerah, kondisi sudah tidak terlalu antre BBM,” ujarnya.

Di sisi lain, Ary mengingatkan bahwa secara fundamental ketahanan energi Indonesia masih memiliki tantangan, terutama terkait kapasitas cadangan BBM yang relatif terbatas dibandingkan negara lain di kawasan. Ia menyebutkan, cadangan energi nasional saat ini masih berada di kisaran 20 hingga 28 hari, jauh di bawah negara seperti Jepang dan Singapura yang mampu menyimpan cadangan hingga berbulan-bulan.

Oleh karena itu, Ary menilai langkah pemerintah untuk menambah kapasitas penyimpanan BBM hingga 90 hari merupakan kebijakan strategis yang perlu segera direalisasikan guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau bisa 90 hari sudah luar biasa. Artinya kalau harga pasar naik turun, kita masih punya waktu dan cadangan dari pengadaan sebelumnya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti peran program biodiesel seperti B50 yang dinilai telah membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, meskipun untuk bensin Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri. 

"Keberhasilan menjaga pasokan BBM selama Lebaran tahun ini menjadi indikator positif dalam pengelolaan energi nasional," pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan