JawaPos.com – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Satuan Tugas (Satgas) Ramadan–Idul Fitri telah mulai beroperasi sejak 9 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 1 April 2026.
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengatakan, perusahaan telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelumnya, termasuk memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
“Dan dalam kesempatan ini juga kami menyampaikan bahwa stok aman. Para konsumen, pelanggan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjalankan ritual mudiknya kembali ke kampung halamannya hingga nanti di arus balik,” ujarnya saat konferensi pers di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3).
Pertamina juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam memantau potensi lonjakan arus mudik hingga arus balik.
Menurut Eko, selama periode tersebut, kebutuhan energi diperkirakan mengalami perubahan. Konsumsi BBM jenis gasoline diprediksi meningkat sekitar 12 persen dibandingkan rata-rata normal harian.
“Kemudian Gasoil atau Solar, Dexlite, dan Dex kemungkinan akan turun sekitar 14,5 persen. Karena ini juga salah satunya ada faktor pembatasan untuk transportasi barang yang diminta oleh Kementerian Perhubungan dan juga kepolisian. Ini juga menurunkan konsumsi BBM Biosolar untuk sektor logistik,” kata Eko.
Selain BBM, kebutuhan energi lain juga diperkirakan meningkat selama periode mudik Lebaran. LPG diproyeksikan naik sekitar 4–5 persen, avtur naik 2,8 persen seiring tambahan penerbangan, serta minyak tanah meningkat sekitar 4,2 persen.
“Kemudian LPG diperkirakan naik sekitar 4 sampai 5 persen. Avtur naik sekitar 2,8 persen, ini juga salah satunya karena banyaknya extra flight dan tambahan dari maskapai di semua bandara besar khususnya. Kemudian Kerosene atau minyak tanah naik sekitar 4,2 persen. Kerosene/minyak tanah ini banyak digunakan oleh rekan-rekan saudara kita di Indonesia bagian Timur,” ujarnya.
Untuk mendukung distribusi energi selama periode tersebut, Pertamina juga menyiapkan berbagai infrastruktur dan layanan tambahan di sejumlah titik strategis.
“Yaitu BBM, untuk BBM hampir sekitar 7.800 lembaga penyalur khususnya SPBU tersedia dan dioperasikan. Kemudian hampir 6.700 Pertashop. Kami juga menyiapkan 96 unit layanan modular BBM dan kios Pertamina, 62 kios Pertamina Siaga di sejumlah 64 titik lokasi,” ungkapnya.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan untuk membantu pemudik yang membutuhkan energi di jalur padat kendaraan.
“Kemudian kita juga menyiapkan motoris hampir sekitar 200 unit motoris atau pelat Pertamina Delivery Service, baik itu untuk BBM maupun LPG. Khususnya untuk daerah-daerah atau jalan tol yang kemungkinan akan padat dan terjadi kemacetan,” katanya.
Sementara untuk LPG, Pertamina menyiapkan sekitar 6.600 agen LPG serta 6.300 unit agen LPG Siaga. Selain itu juga disiapkan 757 SPBE dan layanan Pertamina Delivery Service untuk Bright Gas.
“Untuk LPG sendiri, kita menyiapkan 6.600 agen LPG, baik itu PSO maupun Non-PSO, dan sebanyak 6.300 unit agen LPG Siaga. SPBE 757 disiapkan dan juga ada Pertamina Delivery Service untuk Bright Gas. Untuk minyak tanah juga sekitar 223 agen minyak tanah kita siapkan untuk menjelang saat Satgas Ramadan dan Idul Fitri,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan energi, Pertamina juga menyiapkan empat pilar layanan selama masa Satgas Ramadan–Idul Fitri. Pilar pertama adalah layanan energi untuk memastikan stok BBM dan LPG tetap aman sepanjang periode tersebut.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi Pertamina juga menyiapkan layanan empat pilar layanan Satgas. Yaitu area pertama, layanan energi, tadi ini salah satu tujuan kami jauh-jauh hari adalah menyiapkan kesiapan stok BBM maupun LPG sepanjang Ramadan Idul Fitri,” kata Eko.
Pilar berikutnya adalah layanan untuk wilayah atensi, seperti jalur tol dan jalur wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur panjang Lebaran.
“Kemudian juga kita juga menyiapkan layanan untuk wilayah atensi. Wilayah atensi ini ada juga terkait dengan di jalan tol, kemudian jalur-jalur wisata yang nanti mungkin Bapak dan Ibu kebetulan periode liburnya cukup panjang kali ini, dan nanti setelah Idul Fitri biasanya terjadi kepadatan di titik-titik jalur wisata,” ujarnya.
Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah terpencil atau remote area, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan memastikan ketersediaan stok energi sejak jauh hari.
“Kemudian kita juga menyiapkan wilayah atensi di remote area. Jadi seperti 3T, kemudian daerah-daerah yang cukup jauh dari titik suplai, kita juga sudah siapkan jauh-jauh hari untuk stok BBM dan LPG-nya,” katanya.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan rencana kontinjensi untuk wilayah yang berpotensi terdampak bencana, mengingat sejumlah daerah masih mengalami cuaca ekstrem.
“Kemudian kita juga menyiapkan contingency plan untuk wilayah-wilayah yang rawan bencana. Ini juga karena saat ini masih terjadi cuaca-cuaca ekstrem di beberapa daerah, kita sudah mempersiapkan bagaimana BBM maupun LPG itu bisa terdistribusi dengan normal, dengan menerapkan RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency),” jelas Eko.
Di sisi lain, Pertamina juga menghadirkan sejumlah program promosi selama Ramadan.
“Kemudian kita juga menyiapkan layanan promosi. Sejak awal Ramadan sudah dilakukan berbagai program promosi. Insyaallah per tanggal 13 Maret kemarin sampai dengan akhir Maret, 30 Maret, kita juga menyiapkan program khusus potongan Rp300 per liter untuk produk Pertamax dan Dex dengan menggunakan aplikasi MyPertamina, dan itu bisa berlaku untuk semua wilayah di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina di sejumlah titik perjalanan.
“Selain itu, kita juga menambahkan ada layanan tambahan, kalau Bapak dan Ibu lihat di sebelah kiri saya atau sebelah kanan dari Bapak dan Ibu, kita menyiapkan Serambi MyPertamina. Ada 43 titik Serambi MyPertamina di jalan tol khususnya, dan dua di wilayah-wilayah wisata,” katanya.
Selain di jalan tol, fasilitas tersebut juga disiapkan di bandara, stasiun, dan pelabuhan utama guna mendukung kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.
“Selain itu, Serambi MyPertamina juga kita sediakan di bandara, kemudian kita sediakan juga di stasiun, dan juga pelabuhan-pelabuhan utama. Jadi ini juga salah satu yang kami siapkan untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen, tidak hanya di jalan tol saja tapi juga di seluruh titik aktivitas konsumen atau pelanggan pada saat mudik dan arus balik,” jelasnya.
Pertamina juga memastikan kesiapan operasional dengan mengaktifkan ribuan SPBU dan agen LPG selama 24 jam serta menyiagakan mobil tangki di sejumlah titik strategis.
“Baik, ini ada sekitar 2.074 SPBU yang berjalan 24 jam, baik itu di area tol maupun di luar tol. Kemudian 6.300 agen LPG Siaga. Tadi saya sampaikan juga ada sekitar 200 unit mobil storage standby di beberapa titik, ini untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan,” ujarnya.
Mobil tangki tersebut disiapkan untuk menjaga pasokan apabila terjadi lonjakan permintaan di sejumlah lokasi, khususnya di jalur tol.
“Khususnya di jalan tol kita siapkan beberapa titik mobil tangki siaga yang sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan gejolak demand, kita sudah menyiapkan mobil tangki untuk bisa mem-fill up stok di SPBU ataupun lembaga penyalur lainnya. Dan ada layanan BBM dalam bentuk storage modular maupun kios Pertamina Siaga,” tutupnya.