← Beranda
Potensi Industri Data Center, Instalasi Konstruksi Cepat dan Tenaga Teknik Kompeten Diperlukan
Nurul Adriyana Salbiah• Senin, 19 Oktober 2026 | 01.51 WIB
PT Maxon Prime Technology meresmikan DFMA Workshop dan meluncurkan Quality Training Center di Cikarang. (IST)

JawaPos.com – Indonesia menjadi salah satu negara yang dikatakan memiliki peluang untuk pengembangan data center. Kebutuhan akan infrastruktur digital tentu mendorong pembangunan data center yang efisien, kualitas pekerjaan yang konsisten, dan tenaga teknik yang kompeten.

Melihat potensi tersebut, PT Maxon Prime Technology meresmikan DFMA Workshop dan meluncurkan Quality Training Center di Cikarang, Jumat (16/10). 

Dikatakan Direktur Utama PT Maxon Prime Technology, Teh Yee Keong, pengembangan fasilitas memang difokuskan untuk membuat proses konstruksi data center berjalan lebih cepat, efisien, dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang semakin baik.

Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Pisces Minggu, 18 Oktober 2026: Jaga Tubuh dan Pikiran Tetap Seimbang

DFMA sendiri merupakan singkatan dari Design for Manufacturing and Assembly, yakni pendekatan yang mengintegrasikan proses perancangan dengan manufaktur dan perakitan. Sehingga, untuk konstruksi data center, fasilitas ini memungkinkan sejumlah komponen difabrikasi dan diuji terlebih dahulu di workshop sebelum dikirim ke lokasi proyek.

Diungkapkan, Project Director PT Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra, penerapan metode tersebut telah dilakukan pada salah satu proyek data center di Cikarang. Melalui metode ini, proses fabrikasi, instalasi, dan pengujian awal dapat dilakukan sebelum komponen dipasang di lokasi proyek.

Setelah dinyatakan lolos pengujian, komponen dibawa ke lokasi untuk dipasang dan menjalani pengujian lanjutan. Alur tersebut diharapkan membuat pekerjaan lebih efisien dari sisi waktu maupun tenaga.

“Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Tedi saat ditemui dalam acara peresmian.

Menjawab Kebutuhan Tenaga Ahli Data Center

Pembangunan data center tentu tak hanya soal konstruksi. Tapi juga tenaga kerja yang terampil di bidangnya. Dan, menyediakan tenaga kerja khususnya bidang teknik di data center menajdi tantangan saat ini.

“Banyak pekerja data center, tetapi tidak semua punya pengalaman di data center,” katanya.

Untuk itu, melalui Quality Training Center, perusahaan berharap dapat meningkatkan keterampilan tenaga teknik sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sekolah, SMK, dan universitas.

Tapi, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, namun juga dalam pengoperasian fasilitas data center. Karena itu, pembekalan keterampilan teknis sejak dini dinilai penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami berharap engineer-engineer Indonesia mempunyai kemampuan yang tinggi sesuai kebutuhan pasar global terutama di data center,” sambungnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah