← Beranda
E-Commerce dan Program Pangan Nasional Berkembang Pesat, Industri Kemasan Diproyeksi Tumbuh 6 %
Dadang Kurnia• Jumat, 16 Oktober 2026 | 13.26 WIB
Konferensi Pers ALLPack 2026 (Istimewa)

JawaPos.com - Industri kemasan di Indonesia diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan positif sekitar 5 hingga 6 persen sepanjang 2026.

Indonesian Packaging Federation (IPF) mencatat pertumbuhan signifikan ini terakselerasi oleh pesatnya aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce) serta bergulirnya program pangan nasional yang menargetkan penyediaan hingga 190 juta porsi makanan per hari.

Kedua faktor tersebut memicu lonjakan permintaan kemasan, khususnya di sektor makanan dan minuman (F&B). Merespons potensi pasar yang kian mekar tersebut, Krista Exhibitions Group kembali menggelar pameran pemrosesan dan pengemasan berskala internasional, ALLPack Indonesia 2026.

Pameran terpadu yang memasuki edisi ke-25 ini dijadwalkan berlangsung pada 20-23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengungkapkan ALLPack Indonesia 2026 mencatatkan lonjakan jumlah peserta hingga 15 persen dibandingkan edisi sebelumnya. Hal ini membuktikan besarnya kepercayaan para pelaku industri global terhadap potensi pasar pengolahan dan pengemasan di tanah air.

"ALLPack Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara, termasuk 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pameran ini diproyeksikan menarik lebih dari 90 ribu pengunjung bisnis dari 30 negara," ujar Daud D. Salim dalam konferensi pers, Kamis (15/10).

Penyelenggaraan ALLPack Indonesia 2026 turut dikolaborasikan bersama sejumlah pameran pendukung berbasis teknologi, seperti ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, serta FoodTech Indonesia.

Tak hanya itu, guna memperkuat efisiensi rantai pasok nasional, gelaran ini menghadirkan tiga eksibisi tematik baru. Pertama, ALL Cold Chain yang berfokus pada teknologi sistem penyimpanan berpendingin dan distribusi produk terstabilisasi suhu.

Kedua, Indonesia Maritime & Logistics Expo yang menyajikan solusi transportasi, perkapalan, pergudangan, dan logistik. Terakhir, ALL Agri Expo yang menampilkan modernisasi mesin dan solusi pengolahan hasil pertanian/agribisnis.

 

Business Development Director IPF, Ariana Susanti menegaskan, industri pengemasan kini dituntut tidak hanya mengedepankan fungsi efisiensi dan keamanan produk, tetapi juga mengadopsi aspek keberlanjutan serta digitalisasi.

"Kolaborasi antarpemangku kepentingan, inovasi material, efisiensi sumber daya, dan teknologi baru menjadi kunci meningkatkan daya saing industri sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan," terang Ariana.

 

Pameran bergengsi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM.

 

Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPack Indonesia 2026 akan diisi oleh rangkaian seminar bisnis, talkshow, presentasi teknologi, hingga demonstrasi mesin mutakhir.

 

Salah satu agenda utamanya adalah seminar kolaborasi IPF dan Asian Packaging Federation (APF) bersama Kementerian Investasi/BKPM bertajuk 'Investment Opportunities and Incentives in Indonesia in the Packaging Industry' yang bakal memperkenalkan terobosan teknologi pengemasan terbaru dari Italia, Jepang, hingga Tiongkok.

 

 

EDITOR: Diar Candra