← Beranda
GMF AeroAsia Kerja Sama dengan CAA Layani Perawatan Berat Pesawat di Bandara Muscat
Latu Ratri Mubyarsah• Rabu, 7 Oktober 2026 | 20.33 WIB
Ilustrasi GMF AeorAsia. (Dok. Jawa Pos)

 

JawaPos.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF AeroAsia) memperluas bisnis ke Timur Tengah setelah mendapat konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat, Oman.

GMF menjalankan kerja sama tersebut bersama Otoritas Penerbangan Sipil Oman (Civil Aviation Authority/CAA).

Kesepakatan ditandatangani Presiden CAA Naif bin Ali Al-Abri dan CEO GMF AeroAsia Andy Fahrurrozi di sela pembukaan Civil Aviation Investment Forum di Muscat, pekan ini.

Baca Juga: Pegadaian Luncurkan Program Gadai Bebas Sewa Modal Khusus Untuk Nasabah Baru Tanpa Bunga

Melalui konsesi tersebut, GMF akan menyediakan layanan perawatan berat atau heavy maintenance serta inspeksi berkala bagi pesawat maskapai nasional, regional, maupun internasional.

Fasilitas di Bandara Internasional Muscat ditargetkan menjadi salah satu pusat perawatan dan layanan penerbangan regional.

Posisi Oman yang berada di kawasan strategis Timur Tengah menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan fasilitas tersebut.

Baca Juga: RUU Ketenagakerjaan Baru, PHK Tak Bisa Dilakukan Semudah Itu

Selain layanan perawatan pesawat, kerja sama itu juga mencakup pertukaran pengetahuan dan teknologi.

CAA Oman menyebut kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan kemampuan di bidang perawatan rangka pesawat (airframe), mesin, hingga avionik.

Ekspansi GMF ke Oman sekaligus memperluas kiprah perusahaan Indonesia di pasar aviasi global.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong perusahaan BUMN meningkatkan daya saing dan memperluas bisnis di luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa BUMN di bawah Danantara tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam persaingan ekonomi global.

”Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500, membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi Indonesia juga dapat menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia,” kata Prabowo saat peluncuran Danantara.

Baca Juga: Menperin Targetkan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Tumbuh 7,85 Persen di 2029

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah