← Beranda
Mengenal Nvidia (NVDA) dan Cara Membeli Sahamnya
ARM• Selasa, 29 September 2026 | 00.09 WIB
Platform Ajaib untuk trading saham Amerika. (Istimewa)

JawaPos.com - Perlombaan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut hardware khusus untuk melatih dan menjalankan model berskala besar. Kondisi ini membuat produsen chip bukan sekadar pemasok komponen, melainkan faktor yang menentukan laju keseluruhan industri teknologi. 

NVIDIA Corporation menempati posisi paling menonjol sebagai produsen prosesor grafis asal Santa Clara, California. Pergerakan saham ini bahkan kerap menyeret arah indeks Nasdaq secara keseluruhan.  Hampir semua aplikasi saham internasional yang digunakan investor Indonesia selalu menyertakan Saham NVDA dalam daftar emitennya. 

Sebelum membeli emiten ini, memahami sumber pendapatan NVIDIA sangat penting untuk membaca alasan di balik fluktuasi harga sahamnya. Berikut adalah profil perusahaan, struktur pendapatan, kinerja terbaru, serta hal teknis yang perlu diketahui oleh investor Indonesia.

Profil NVIDIA dan Jejaknya di Bursa Nasdaq

Ilustrasi trading saham. (Istimewa).
Ilustrasi trading saham. (Istimewa).

NVIDIA Corporation didirikan pada April 1993 oleh Jensen Huang, Chris Malachowsky, dan Curtis Priem. Perusahaan ini berkantor pusat di Santa Clara, California. Saham NVIDIA pertama kali tercatat di bursa Nasdaq pada 22 Januari 1999 dengan kode ticker NVDA.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Lanjut Terkoreksi, Cek Level Support dan Target Pergerakannya

Hingga 15 September 2026, kapitalisasi pasar NVIDIA mencapai sekitar USD5,09 triliun, menjadikannya perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia dalam sektor chip. Karena besarnya nilai pasar tersebut, setiap rilis laporan kuartalan NVIDIA selalu menjadi peristiwa yang memengaruhi sentimen pasar secara luas. Selain itu, perusahaan rutin membagikan dividen kuartalan sebesar USD0,25 per saham yang dibayarkan pada 1 Oktober 2026.

Pendapatan dan Kinerja NVIDIA 

Ilustrasi trading saham. (Istimewa).
Ilustrasi trading saham. (Istimewa).

Pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 yang berakhir 26 Juli 2026, NVIDIA mencatat pendapatan sebesar USD96,2 miliar. Dari jumlah tersebut, segmen Data Center menyumbang sekitar USD89,0 miliar atau 92,5% dari total pendapatan. Sisanya berasal dari segmen Edge Computing yang mencapai USD7,2 miliar.

Di dalam segmen Data Center, pendapatan terbagi antara pelanggan hyperscale dan kategori lain. Pendapatan dari pelanggan hyperscale sebesar USD48,7 miliar tumbuh 101% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari kategori AI Clouds, industrial, dan enterprise mencapai USD40,3 miliar dengan pertumbuhan 138%. Namun, konsentrasi pendapatan yang begitu besar pada sejumlah pelanggan besar membuat NVIDIA bergantung pada belanja modal dari beberapa perusahaan teknologi utama saja.

Pendapatan NVIDIA pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 tumbuh 106% secara tahunan dengan laba bersih mencapai USD59,7 miliar, naik 126% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Margin kotor perusahaan juga meningkat menjadi 75,0%, dari sebelumnya 72,4%. Manajemen memberikan panduan pendapatan kuartal berikutnya sekitar USD108,0 miliar dengan toleransi 2%. 

Namun, angka ini tidak memasukkan pendapatan dari Data Center di Tiongkok sama sekali karena aturan ekspor Amerika Serikat yang ketat.

Selain laporan keuangan, dua peristiwa korporasi turut menggerakkan sentimen pasar saham NVIDIA dalam 12 bulan terakhir. Pertama adalah peluncuran platform Vera Rubin pada Januari 2026 yang sudah mulai produksi awal Agustus 2026. Kedua, perusahaan menaikkan dividen sekaligus meluncurkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan total pengembalian sebesar USD26 miliar ke pemegang saham pada kuartal tersebut. Ketatnya kebijakan ekspor Amerika Serikat ke Tiongkok tetap menjadi sumber ketidakpastian yang dipantau pasar.

Hal Teknis bagi Investor Indonesia yang Ingin Beli Saham NVIDIA 
Jam perdagangan utama bursa Amerika Serikat berlangsung dari pukul 09.30 hingga 16.00 waktu Timur Amerika Serikat (ET). 

Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), jam perdagangan ini berlangsung sekitar pukul 20.30 sampai 03.00 WIB saat waktu musim panas, dan 21.30 sampai 04.00 WIB pada waktu standar. Artinya, memantau pergerakan saham Amerika, termasuk NVDA, berarti harus aktif di malam hingga dini hari waktu Indonesia.

Volatilitas saham NVDA tergolong tinggi dibanding emiten teknologi besar lain. Bahkan, NVDA menempati posisi pertama dalam volume kontrak opsi harian tertinggi di pasar saham Amerika Serikat, dengan rata-rata 770.401 kontrak per hari pada periode 1 Januari hingga 28 Agustus 2026. Selain itu, investor Indonesia perlu memperhitungkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang ikut menentukan hasil investasi saat dikonversi ke rupiah.

Jangkau Saham NVIDIA Lewat Ajaib

Ilustrasi trading saham. (Istimewa).
Ilustrasi trading saham. (Istimewa).

 

NVIDIA adalah produsen chip dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia, yang pendapatannya hampir seluruhnya berasal dari segmen Data Center. Pertumbuhan perusahaan sangat cepat, meski konsentrasi pelanggan dan regulasi ekspor menjadi sumber ketidakpastian. Investor Indonesia juga perlu mempertimbangkan perbedaan zona waktu, volatilitas tinggi, dan risiko nilai tukar sejak awal saat berinvestasi di saham ini.

Mengikuti perkembangan industri kecerdasan buatan akan terasa berbeda saat Anda benar-benar memiliki saham terkait. Platform Ajaib menyediakan akses ke lebih dari 650+ saham perusahaan Amerika Serikat, termasuk NVIDIA, Apple, Amazon, dan Tesla. Skema fractional share di Ajaib memungkinkan Anda membeli saham mulai dari USD1 tanpa harus membeli satu lembar saham penuh.
 
Ajaib adalah platform investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga memberikan rasa aman bagi investor Indonesia. Satu aplikasi untuk semua instrumen investasi. Untuk mulai berinvestasi saham luar negeri seperti NVDA, Anda dapat mengunduh aplikasi Ajaib atau mengunjungi situs ajaib.co.id untuk menelusuri daftar saham Amerika Serikat secara lengkap. 

Buat kamu yang baru mulai trading saham AS di Ajaib, tersedia promo trading saham AS pertama kali dengan hadiah Rp30 juta.
 
Disclaimer: Informasi yang terdapat dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin