← Beranda
Pertamina NRE Topang Kebutuhan Listrik Hingga 10 Persen di KEK Sei Mangkei Lewat PLTBg dan PLTS
Nurul Adriyana Salbiah• Minggu, 27 September 2026 | 14.42 WIB
PLTBg Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara. (Nurul Adriyana)

JawaPos.com – Lewat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berhasil menjawab tantangan pasokan listrik dengan energi baru dan terbarukan (EBT) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara. 

Operations and Maintenance (O&M) Area Manager PLTBg dan PLTS Sei Mangkei, Rein Nasution, mengungkapkan, listrik yang mampu dihasilkan baru sekitar 7,4 MW. Dengan kata lain, listrik tersebut baru mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan total kawasan sekitar 74 MW. 

“Itu (7,4 MW, Red) gabungan dari PLBg dan PLTS,” ujar Rein di KEK Sei Mangkei, baru-baru ini.

Baca Juga: Kendal Tornado FC Gagal Menang, Unggul 2-0 Malah Ditahan Barito Putera

PLTBg Sei Mangkei Hasilkan 44 Ribu kWh dalam Sehari dari Limbah Kelapa Sawit

Gas yang dulu tidak dikelola kini justru menjadi sumber energi yang membantu menopang kebutuhan listrik di KEK Sei Mangkei. 

Diungkapkan Rein, PLTBg Sei Mangkei menghasilkan gas metana atau biogas dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) sebagai bahan baku utama. 

Tiap harinya, ungkap Rein, PLTBg menggunakan POME hingga 790 m3 yang bisa menghasilkan listrik sekitar 44.000 kWh. Sedangkan untuk penyaluran, listirk yang dihasil PLBg Sei Mangkei langsung masuk ke dalam gardu yang sudah tersinkron.

Secara utuh, bisa dikatakan, untuk daya listrik yang berasal dari PLTBg ini berkapasitas 2 x 2,1 MW atau 2,4 MW.

Proses gas metana atau biogas dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). (Nurul Adriyana)
Proses gas metana atau biogas dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). (Nurul Adriyana)

Dengan teknologi covered lagoon, POME difermentasi hingga menghasilkan gas metana. Gas ini akan ditangkap dalam covered lagoon dan diubah menjadi listrik berkapasitas 2,4 MW.

“Ini dilakukan dalam reaksi biokimia semuanya sampai menghasilkan gas metana. Kita kembangkan bakteri metanogenesis namanya, itu kita atur suhunya 37 derajat dengan ph 7 supaya bakterinya bisa maksimal beroperasi sehingga menghasilkan gas,” papar Rein.

Perluasan Kapasitas PLTS Sei Mangkei Sebesar 3 MWp

PLTS Sei Mangkei yang dibangun sejak 2021 memiliki kapasitas sebesar 2 MW. Namun, ungkap Rein, PLTS saat ini sedang dalam tahap perluasan. 

Pembangun PLTS tahap dua ini diketahui berkapasita 3 MVp.  Sehingga, ada peningkatan kapasitas PLTS.

“Saat ini lagi proses konstruksi. Rencananya akan beroperasi awal Oktober tahun ini,” tukas Rein.

Dikatakan Rein, pengembangan EBT tentu tidak berhenti sampai disitu. Kedepannya, akan ada proyek biometanol. Sehingga biogas yang tidak bisa dihabiskan semuanya akan dikonversi menjadi biometanol.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah