← Beranda
BPJPH Ungkap Halal Sudah Jadi Gaya Hidup Generasi Z
Antara• Jumat, 25 September 2026 | 02.57 WIB
Ilustrasi sertifikat halal. (Derry Ridwansyah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Halal sudah menjadi gaya hidup di kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan generasi muda menjadi motor inovasi dan penguatan industri halal nasional agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, serta berdaya saing di pasar global.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari menyampaikan, pengembangan industri halal tidak cukup dimaknai sebatas pemenuhan sertifikasi.

Baca Juga: Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian

Tapi menurut dia, harus menjadi bagian dari peningkatan kualitas, keamanan, inovasi, keberlanjutan, dan daya saing produk.

”Halal bukan sekadar baseline compliance. Produk halal juga harus memberikan jaminan keamanan, higienitas, dan kualitas tinggi. Halal dapat menjadi nilai tambah dan meningkatkan daya saing karena menjadi bagian dari value proposition dan branding produk di pasar internasional,” ungkap Emmy Suryandari dilansir dari Antara.

Oleh arena itu, Kemenperin mendorong mahasiswa mulai berkontribusi melalui riset, prototipe, proyek kampus, produk sederhana, maupun kolaborasi.

Baca Juga: Ekspor Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika

”Masa depan industri Indonesia tidak cukup hanya kita tunggu. Masa depan itu harus kita bentuk bersama. Mahasiswa tidak harus menunggu suatu hari nanti untuk menjadi bagian dari perubahan. Mulailah dari kampus, dari bidang yang dikuasai, dan dari masalah yang paling dekat dengan kehidupan kita,” ucap Emmy.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham mengungkapkan, saat ini halal sudah menjadi gaya hidup di kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Aqil menuturkan, keberadaan status halal harus jadi perhatian penting bagi para pelaku usaha.

Menurut dia, selain urusan harga dan kualitas produk, aspek halal saat ini sudah jadi pertimbangan penting bagi masyarakat untuk membeli sebuah produk.

’’Terutama di kalangan milenial dan generasi Z,’’ tutur Aqil.

Dia menjelaskan, pelaku usaha perlu memahami perubahan preferensi tersebut, karena produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen, berisiko kehilangan konsumen.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Dibanderol Rp 2,64 Juta di 24 September

Lebih lanjut dia mengatakan produk yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen lambat laun akan gulung tikar.

Secara khusus Aqil menyambut baik riset yang dilakukan Ihatec. Yaitu soal gaya hidup konsumen di sejumlah kota.

”Hasilnya menunjukkan bahwa halal sudah menjadi gaya hidup di kalangan milenial dan generasi Z. Anak-anak muda saat ini dalam memilih produk tidak hanya soal harga dan kualitas,” papar Aqil.

Baca Juga: Rupiah Melemah Dipengaruhi Harga Minyak Yang Kembali Melonjak

”Tetapi juga apakah produk tersebut sudah bersertifikat halal atau belum. Bahkan tren seperti ini tidak hanya muncul di kalangan umat Islam saja,” sambung dia.

Direktur Ihatec Marketing Research Evrin Lutfika mengatakan, mereka melakukan pengukuran tentang bagaimana sebuah merek atau brand membangun hubungan yang kuat dan konsisten dengan konsumen.

Dia menjelaskan, kegiatan tahun ini menyoroti tantangan baru bagi merek di tengah perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi.

Baca Juga: BI Minta DANA Investigasi Kasus Transaksi Ilegal dan Janji Ganti Rugi

Saat ini, kata Evrin, konsumen semakin mudah membandingkan satu produk dengan produk lain, sehingga kepercayaan konsumen perlu dijaga dengan kualitas serta sertifikasi halal.

Salah satu merek yang mendapatkan penghargaan Top Halal Award 2026 adalah Mooochi berupa makanan mochi.

Brand and Marketing Executive Mooochi Indonesia Gilbert Hanli Lim mengatakan, raihan itu diharapkan bisa menjaga kepercayaan masyarakat.

Apalagi saat ini masyarakat semakin mudah mencari informasi produk yang ingin dibeli.

Baca Juga: KSP Pastikan Perpres Nomor 82 Tahun 2026 Tentang Tata Kelola Kopdes Merah Putih Sudah Terbit

’’Dampak yang diharapkan, ke depannya kita dapat mengembangkan produk yang konsisten pada halal,’’ kata Gilbert Hanli Lim.

Dia berharap dengan capaian itu, bisa melebarkan sayap ke sejumlah negara. Khususnya di negara yang memperhatikan aspek kehalalan sebuah produk.

Dia mengatakan mochi merupakan kue atau makanan khas dari Jepang dan dengan label halal, masyarakat tidak perlu lagi khawatir lagi.

Baca Juga: Transaksi Menggunakan QRIS Tembus 67 Persen

Gilbert Hanli Lim mengakui, halal juga terkait dengan kesehatan serta keamanan sebuah produk untuk dikonsumsi masyarakat.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah