← Beranda
Rupiah Melemah Dipengaruhi Harga Minyak Yang Kembali Melonjak
Antara• Kamis, 24 September 2026 | 16.36 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak pasca Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian dengan AS.

“Harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis bergerak melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp17.864 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.818 per dolar AS.

Mengutip Xinhua, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 1,64 dolar AS, atau 1,81 persen, dan ditutup pada level 92,16 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar

Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 3,83 dolar, atau 3,86 persen, dan ditutup pada level 103,08 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures.

Di samping itu, rupiah juga melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

“70 persen kenaikan 25 bps (basis points) di bulan Oktober dan lebih dari 50 persen kenaikan lagi di Desember,” ujar Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin