JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan awal pekan setelah tercatat adanya arus dana asing yang melakukan net sell dan membuat IHSG melemah pada perdagangan Jumat (18/9).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, mengatakan tekanan juga terlihat dari arus dana asing yang mencatat net sell sekitar Rp 2,9 triliun dalam sepekan, termasuk net sell Rp 1,79 triliun pada Jumat (18/9).
Ia mengatakan, secara teknikal IHSG ditutup di 6.441 atau di bawah MA5 dan MA20 pada perdagangan Jumat (18/9). MA5 telah membentuk dead cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek.
“Indikator momentum sejalan dengan MACD yang telah membentuk dead cross sebelumnya terhadap signal line & histogram negatif yang kian melebar,” ujar Brigita dalam keterangan yang diterima, Senin (21/9).
Brigita mengatakan, dari sisi tekanan jual masih cukup besar diikuti volume yang cukup besar. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah belum berbalik dan koreksi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.
Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, peluang technical rebound ke area 6.541-6.581 tetap terbuka, dengan MA20 sebagai dynamic resistance. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus ke bawah, IHSG berpotensi menguji area level 6.200 - 6.279 (dekat MA60 sebagai dynamic support).
“Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200 - 6.279, resistance di 6.585 - 6.633,” ujarnya.
IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Senin (21/9), yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD.
Pertama, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). IPOT merekomendasikan buy ANTM dengan area entry 3.290-3.320, target price 3.710 dan stop loss 3.110.
Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas MA5 dan didukung volume perdagangan yang berada di atas rata-rata 20 hari. Tren jangka pendek hingga panjang juga masih terjaga, diperkuat indikator MACD yang mengonfirmasi momentum positif.
Kedua, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan rekomendasi buy pada level 500, target price 535 dan stop loss 484.
Pergerakan MTEL menunjukkan struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick bullish engulfing dan berhasil rebound dari area support historis. Konfirmasi tersebut diperkuat AI Trade yang mengindikasikan adanya akumulasi oleh smart money.
Ketiga, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan rekomendasi buy pada level 1.695, target price 1.825 dan stop loss 1.630.
Secara teknikal, IMPC menunjukkan struktur yang solid setelah kembali bergerak di atas MA5 dalam jangka pendek. Kondisi tersebut diperkuat ADX score 27,3 yang menunjukkan tren bullish kuat.
Selain saham, Indo Premier Sekuritas juga menyoroti Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD sebagai alternatif diversifikasi portofolio.
Power Fund Series (PFS) berkode XGLD memberikan eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sehingga investor tidak perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.
Instrumen tersebut menggunakan prinsip syariah dan dapat menjadi alternatif diversifikasi portofolio. Investor juga dapat melakukan transaksi unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya.