JawaPos.com - Direktur Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bimo Wijayanto, menyebut terdapat nama-nama ajaib yang muncul dalam rotasi pejabat di era Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Rotasi yang dilakukan di ruang lingkup DJP dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dilaksanakan melalui pengajuan oleh dua lembaga dibawah Kemenkeu dilaksanakan berdasarkan pengajuan.
Namun, dalam prosesnya ditemukan sejumlah nama Ajaib atau yang tidak mengikuti proses assessment dan talent management.
“Usulan kita, rotasi. Cuman memang ada beberapa nama Ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta ditunda dahulu, dibatalkan,” ujar Bimo kepada wartawan dikutip Kamis (17/9).
Bimo mengatakan, adanya nama yang tidak mengikuti proses tersebut dapat memberikan sinyal yang kurang baik bagi pegawai lain yang telah mengikuti rangkaian assessment, ujian, dan talent management.
“Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” ujarnya.
Ia menyebut, untuk saat ini para pejabat yang terindikasi melompati proses ini akan langsung dibatalkan dari daftar perombakan dan dikembalikan ke posisi semula.
“Pak Suahasil menyatakan komitmennya untuk melaksanakan talent management, melaksanakan birokrasi reform dengan sebaik-baiknya,”ucapnya.