← Beranda
Summarecon Punya 3 Kawasan di Jabodetabek, Sahamnya Anjlok 13,25 Persen Setelah Kasus HGB
Djati WaluyoRabu, 16 September 2026 | 04.22 WIB
Para tersangka OTT KPK di ATR/ BPN menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama Summarecon jadi perbincangan masyarakat usai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Dalam OTT terdapat satu nama pimpinan dari perusahaan pengembang properti yang cukup tersohor tersebut. Adapun Direktur SMRA Adrianto Pitojo Adhi masuk salah satu dari 17 orang yang diamankan oleh KPK.

Akibat adanya kasus tersebut membuat saham PT Summarecon Agung Tbk  terkoreksi cukup dalam pada perdagangan saham Selasa, (15/9). Saham berkode SMRA ini ditutup anjlok sebesar 13,25 persen menjadi Rp 288 per saham.

Adapun total frekuensi perdagangan saham 8.877 kali dengan volume perdagangan saham 1.867.385 saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 56,2 miliar.

Baca Juga: KPK Tetapkan 8 Tersangka dari OTT Dirjen ATR/BPN, Ada Fahd Arafiq dan Bos Summarecon

Tawarkan Hunian dan Sejumlah Fasilitas
Pengembang properti yang telah membangun sejumlah kawasan terpadu di sejumlah wilayah di Indonesia tersebut tidak hanya menawarkan hunian, tetapi juga pusat perbelanjaan, area komersial, perkantoran hingga fasilitas pendidikan dan hiburan.

Di kawasan Jabodetabek, beberapa nama Summarecon yang paling dikenal antara lain Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi.

Ketiganya berkembang menjadi kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Bahkan, aktivitas di sejumlah kawasan tidak hanya berasal dari penghuni, tetapi juga masyarakat dari luar kawasan yang datang untuk bekerja, berbelanja, kuliner hingga menikmati berbagai fasilitas hiburan.

1. Summarecon Kelapa Gading

Summarecon Kelapa Gading menjadi salah satu kawasan yang paling awal dikembangkan oleh Summarecon. Kawasan yang berada di Jakarta Utara dan menjadi cikal bakal pengembangan kota terpadu Summarecon. Pengembangan kawasan tersebut dimulai dari visi membangun kawasan hunian yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Seiring perkembangan kawasan, Kelapa Gading tidak hanya dikenal sebagai area permukiman. Kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat bisnis, perdagangan, kuliner dan gaya hidup di Jakarta Utara.

Keberadaan Summarecon Mall Kelapa Gading juga membuat kawasan ini semakin dikenal masyarakat luas. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut berlangsung dari area hunian hingga pusat komersial.

Summarecon mencatat pengembangan Kelapa Gading menjadi kota terpadu modern dengan luas sekitar 550 hektare. Kawasan tersebut kemudian menjadi salah satu proyek utama perseroan.

2. Summarecon Serpong

Beranjak ke wilayah Tangerang, terdapat Summarecon Serpong yang mulai dikembangkan pada 1993. Kawasan ini kemudian berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di kawasan Serpong dan sekitarnya. Tidak hanya hunian, Summarecon Serpong juga memiliki kawasan komersial, pusat kuliner, pendidikan, bisnis hingga fasilitas rekreasi.

Dalam perkembangannya, kawasan Gading Serpong dan Summarecon Serpong semakin ramai dengan aktivitas masyarakat dari pagi hingga malam.

Summarecon menyebut aktivitas di kawasan tersebut kini tidak lagi hanya bertumpu pada hunian. Pada pagi hingga siang, mobilitas banyak ditopang aktivitas sekolah, perkantoran dan bisnis. Sementara sore hingga malam, aktivitas bergeser ke pusat retail, kuliner dan gaya hidup.

Kondisi tersebut membuat Summarecon Serpong menjadi salah satu kawasan yang cukup dikenal masyarakat Jabodetabek, khususnya di wilayah Tangerang Raya.

3. Summarecon Bekasi

Selain itu, di timur Jakarta terdapat Summarecon Bekasi. Kawasan ini mulai dikembangkan pada 2010 dan kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan terpadu di Kota Bekasi.

Summarecon Bekasi dirancang sebagai modern compact city yang menggabungkan kawasan hunian dengan pusat komersial dan berbagai fasilitas berskala kota.

Di dalamnya terdapat Summarecon Mall Bekasi, area pertokoan, hotel, pusat bisnis, pasar modern, fasilitas pendidikan hingga transportasi publik. Tak heran jika aktivitas di kawasan ini berlangsung hampir setiap hari.

Selain penghuni, masyarakat datang untuk bekerja, berbisnis, berbelanja, menikmati kuliner hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Aktivitas masyarakat berlangsung dari pagi hingga malam, dengan berbagai fungsi kawasan yang saling terhubung.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin