← Beranda
Pemanfaatan AI dalam Analisis Klaim Asuransi dan Deteksi Fraud
Dimas ChoirulJumat, 11 September 2026 | 04.23 WIB
Ilustrasi asuransi perlindungan jiwa (Pinterest)

JawaPos.com — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) mulai masuk ke proses pengelolaan klaim asuransi. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk mempercepat analisis, tetapi juga diarahkan untuk membantu perusahaan mengenali pola klaim yang berpotensi mengandung fraud, waste, and abuse (FWA).

Director & Chief Operating & IT Officer MSIG Life Elly Susanti berujar AI saat ini telah diterapkan dalam pengelolaan klaim di perusahaan asuransi. Teknologi tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi klaim sekaligus menganalisisnya dengan mempertimbangkan ketentuan polis dan kondisi medis yang terkait.

“Kami telah menerapkan AI pada pengelolaan klaim asuransi saat ini, dengan kemampuan mengumpulkan informasi klaim dan menganalisanya berdasarkan ketentuan polis serta kondisi-kondisi medisnya,” kata Elly dalam Public Expose melalui virtual Zoom pada Kamis (10/10).

Menurutnya penggunaan AI dapat membantu tim analis dalam memproses informasi klaim sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat dan konsisten. Namun, teknologi tersebut tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses analisis.“AI ini membantu tim sehingga bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat, lebih akurat dan lebih konsisten,” ujarnya.

Pemanfaatan AI juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi kecurangan (atau penipuan), pemborosan, dan penyalahgunaan dalam klaim asuransi. Hal itu mencakup berbagai kemungkinan penyimpangan, mulai dari dokumen yang dipalsukan hingga penggunaan obat yang dinilai berlebihan.

“Manfaat dan arah ke depannya, analisa ini akan membantu kami untuk melakukan deteksi FWA atau yang kita sebut Fraud (kecurangan), Waste (pemborosan), and Abuse (penyalahgunaan). Mulai dari pemalsuan dokumen hingga pemberian obat yang berlebihan,” imbuhnya.

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut dilakukan secara bertahap. Elly menyebut tingkat akurasi AI akan terus berkembang seiring bertambahnya cakupan data dan pengalaman dalam penggunaannya. Dalam sesi Public Expose tersebut, perusahaan mencatat laba bersih Rp 181 miliar, meningkat 69 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Contractual Service Margin (CSM), tumbuh 8 persen menjadi Rp 913 miliar. Premi lanjutan mencapai Rp 1 triliun, naik 27 persen, sementara pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (APE) tercatat sebesar Rp 691 miliar.

Perusahaan juga mencatat ekuitas mencapai Rp8,2 triliun, melampaui ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023, yaitu Rp1 triliun yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2028.

 

Director & Chief Strategic Distribution, Government & Partnership Officer MSIG Life,Herman Sulistyo, menyampaikan, kinerja paruh pertama 2026 menunjukkan perusahaan berada pada jalur yang tepat dalam mendorong pertumbuhan bisnis

 

EDITOR: Diar Candra