← Beranda
Prediksi IHSG Kamis: BIPI, HMSP, TINS Jadi Reaksi Saham Hot!
Djati WaluyoKamis, 10 September 2026 | 14.22 WIB
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (10/9), setelah ditutup terkoreksi sebesar 0,12 persen ke level 6,676 pada perdagangan Rabu (9/9).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada di akhir wave v dari wave (c), cermati area penguatan yang berada di 6,736-6,812. Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi terdekat ke rentang 6,643-6,653.

Adapun level support IHSG berada di 6,610, 6,561. Sementara itu, level resistance berada di 6,705 dan 6,755.

MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (10/9), yakni PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Saham BIPI menguat 5,33 persen ke level 158 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Namun, penguatan BIPI tertahan oleh MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi BIPI saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 151-156, dengan target harga 175 hingga 186 dan stop loss di bawah 147.

Selanjutnya, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham HMSP terkoreksi 2,61 persen ke level 745 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Koreksi HMSP pun mampu menembus MA20 dan MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan, selama masih mampu berada di atas level 725 sebagai stop loss, HMSP sedang berada di awal wave [v] dari wave 1.

Investor dapat melakukan strategi Trading Buy pada kisaran 730-740, dengan target harga 795 hingga 820 dan stop loss di bawah 725.

Untuk saham PT Timah Tbk (TINS), MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham TINS menguat 4,55 persen ke level 4.600 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi TINS saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave C. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 4.220-4.470, dengan target harga 4.720 hingga 4.820 dan stop loss di bawah 4.120.

Sementara itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan dengan strategi Sell on Strength. Saham PTBA menguat 3,33 persen ke level 3.100 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi PTBA sedang berada pada bagian akhir dari wave [iii] dari wave 3.

Dengan demikian, pergerakannya relatif terbatas dan rawan mengalami koreksi untuk membentuk wave [iv] ke rentang area 2.830-2.950.

Investor dapat menerapkan strategi Sell on Strength pada kisaran 3.110-3.150.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra