← Beranda
Menkeu Purbaya Buka-bukaan soal Dampak Bencana Alam 2026 terhadap Ekonomi Indonesia
Djati WaluyoSenin, 7 September 2026 | 21.28 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa melihat barang bukti saat rilis penegahan ekspor emas ilegal seberat 23,793 Kilogram dengan nilai Rp.63 Miliar Rupiah di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bencana alam yang menimpa Indonesia pada tahun 2026 akan sedikit mengganggu pertumbuhan ekonomi Indoensia.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2026 Indonesia mengalami sejumlah bencana mulai dari Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, hingga letusan Gunung Api termasuk Gunung Anak Krakatau.

“Dari ekonomi harusnya sih ada gangguan dikit (bencana) tapi nggak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan,” ujar Purbaya kepada wartawan, Jakarta, Senin (7/9).

Purbaya meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap berada di jalur yang telah diproyeksikan oleh pemerintah meski mengalami sedikit gangguan dari rentetan bencana alam.

“Masih (sesuai target), malah kita genjot triwulan ketiga dan keempat ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Purbaya memastikan kesiapan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk penangulangan bencana sesuai yang dibutuhkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagaimana diketahui, untuk alokasi anggaran BNPB pada tahun 2026 sebesar Rp 459 miliar dan dana siap pakai di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 5 triliun.

Ketika dikonfirmasi mengenai potensi ketersediaan dana melebihi Rp 5 triliun untuk tahun ini, Purbaya memastikan pencairan dana tambahan akan disesuaikan secara riil dengan tingkat kebutuhan di lapangan.

Ia memastikan, tidak ada pembatasan anggaran untuk penanganan bencana alam di Indonesia.

“Kita lihat sesuai dengan kebutuhan. Asal tidak ngarang aja kebutuhanya. Jadi pasti kalau untuk bencana treatmentnya beda,” ujar Purbaya kepada wartawan, Senin (7/9).

Purbaya menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk penanganan bencana berbeda dengan belanja lainya. Ia menyebut, pemerintah akan menyediakan anggaran untuk meringankan penderitaan dari korban bencana alam.

“Jadi kalau untuk bencana treatmentnya beda. Itu bukan untuk foya-foya, untuk mengurangi penderitaan yang dialami oleh masyarakat. Kita akan usahakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Purbaya mengatakan sampai dengan saat ini BNPB belum mengajukan anggaran tambahan. Ia menegaskan, dana tambahan untuk penanganan bencana akan disalurkan tergantung dengan permintaan BNPB.

“Akan ada, kalau itu tergantung permintaan dari BNPB. Jadi kalau (BNPB) minta,” ucapnya.

EDITOR: Estu Suryowati