JawaPos.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mengambil keuntungan atau margin dalam menjalankan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.
Direktur Keuangan DSI, Sinthya Roesly, mengatakan margin tersebut tidak akan menambah beban biaya bagi ekportir.
Ia menjelaskan, margin diperlukan karena DSI merupakan badan usaha milik negara (BUMN) berbentuk perseroan terbatas (PT) yang tidak boleh mengalami kerugian.
“Untuk pricing, itu dari edukasi dimungkinkan karena kita juga PT tentu sebagai PT ada suatu cost recovery. Karena sudah ada injeksi capital, tidak mungkin harus menjadi rugi," ujar Sinthya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (25/8).
Sinthya mengatakan, kebutuhan biaya dan margin dalam pelaksanaan mandat DSI telah diperhitungkan sejak awal. Menurutnya, biaya tersebut diperlukan untuk mendukung operasional perusahaan dalam menjalankan mandat tata kelola ekspor komoditas SDA strategis.
“Hal tersebut sudah diperhitungkan. Namun, pada prinsipnya, efisiensi yang dihasilkan tidak akan serta-merta dibebankan kepada eksportir. Mekanismenya masih akan dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait,” ucapnya.
Lanjutnya, pembahasan selanjutnya akan mencakup skema pembagian biaya atau fee kepada para pihak yang terlibat dalam ekosistem ekspor.
Perhitungan tersebut juga akan mencakup mekanisme pembebanan biaya ekspor kepada produsen maupun eksportir di Indonesia.
“Perhitungannya akan mencakup bagaimana biaya ekspor dapat didistribusikan kepada produsen atau eksportir di Indonesia,” ungkapnya.