JawaPos.com - Sebanyak 11 pelaku industri emas meluncurkan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan membangun ekosistem emas di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah kelembagaan yang strategis dalam mengintegrasikan ekosistem emas di Indonesia.
“Kami ucapkan selamat kepada sebelas founder member yang sudah mendorong (terbentuknya) IBMA,” ujar Airlangga dalam peluncuran IBMA di Jakarta, Kamis (20/8).
Airlangga mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, tetapi selama ini belum didukung oleh ekosistem yang utuh. Menurutnya, sektor emas menjadi salah satu industri yang telah memiliki rantai ekosistem cukup lengkap.
Menurutnya, ekosistem emas di Indonesia mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pemurnian atau refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, hingga produk keuangan.
Airlangga menambahkan, pengembangan ekosistem emas juga mencakup produk investasi seperti exchange traded fund (ETF), perdagangan emas, industri perhiasan, hingga infrastruktur pasar.
“Karena emas mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk kemarin ETF, perdagangan, industri perhiasan, industri perhiasan juga punya sentra sendiri di Jawa Timur, di Surabaya, dan juga infrastruktur pasar,” ujarnya.
Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti, mengatakan ekosistem emas tidak dibangun oleh satu pelaku, tapi dibangun oleh seluruh mata rantai yang terhubung, saling melengkapi, saling berkoordinasi, yang mempunyai tujuan yang sama yaitu menguatkan ekosistem bullion di Indonesia.
“IBMA dibentuk sebagai wadah koordinasi pelaku ekosistem emas nasional dan mitra strategis pemerintah,” ujar Selfie.
Selfie mengatakan, IBMA akan berperan sebagai jembatan antara pelaku industri, regulator, menampung aspirasi, wadah kolaborasi, dan tentunya memberikan masukan kepada regulator.
Selain itu, IBMA juga akan mendorong peningkatan literasi dan edukasi terkait dengan emas. Ia mengatakan, asosiasi juga akan melaksanakan kajian regulasi hingga terciptanya acara Indonesia Gold Expo.
“Tentunya kita berharap Indonesia Gold Expo akan mempertemukan semua pelaku industri, dan memperkuat kolaborasi dan ekosistem bulian nasional,” ucapnya.
Adapun 11 industri tersebut terdiri dari, PT Pegadaian (Persero), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), PT Laku Emas Indonesia, PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana.