← Beranda
Menguat 0,78 Persen, Rupiah Tembus Rp17.855 per Dolar AS Terdorong Jurus BI
Djati WaluyoKamis, 20 Agustus 2026 | 00.08 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.855 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 18 Agustus 2026 atau sebesar 0,78 persen secara point to point dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2026.

Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan penguatan nilai tukar rupiah didukung respons kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia (BI).

Ia menjelaskan, perluasan kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Baca Juga: LeBron James Luncurkan Kanal YouTube Bertema Golf, Reuni Juara NBA 2016 Jadi Video Perdana

“Insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan menjadi sebesar 12,5 persen dan insentif bagi DNDF Jual Lindung Nilai diberikan sebesar 15 persen,” ujar Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Destry mengatakan, BI juga memberikan insentif untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra berupa premi Swap Beli Lindung Nilai sebesar 10 persen dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10 persen.

Baca Juga: Hansi Flick Belum Tentukan Kapten Barcelona, Raphinha, Eric Garcia, Pedri, dan Rodri, Jadi Kandidat

Lanjutnya,Bank Indonesia akan terus menempuh berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung penguatan respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,” ujarnya.

EDITOR: Bintang Pradewo