JawaPos.com – Pemerintah mengarahkan fokus pembangunan pangan tahun ini dan tahun depan untuk meningkatkan pendapatan nelayan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut nilai tukar nelayan saat ini masih menjadi yang terendah dibandingkan kelompok petani.
“Tahun ini kita fokus tadi sebagaimana dipaparkan Bapak Presiden untuk meningkatkan pendapatan nelayan kita di mana nelayan nilai tukarnya paling rendah. Kalau petani padi sudah 127, nelayan kita masih 103,” kata Zulhas dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, di Kantor DJP, Jumat (14/8).
Menurut Zulhas, nilai tukar nelayan yang berada di angka 103 menempatkan kelompok tersebut dalam desil satu. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor kelautan dan perikanan.
“Jadi, nilai tukar (nelayan) yang paling bawah,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerintah akan membangun lebih dari 1.300 hingga hampir 2.000 kampung nelayan pada tahun ini. Program tersebut akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun depan.
“Oleh karena itu tahun ini kita fokus, kita akan membangun 1.300 lebih, hampir 2.000 kampung nelayan dilanjutkan tahun depan,” kata Zulhas.
Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan budidaya tematik di desa-desa. Program tersebut ditargetkan menjangkau 40.000 desa secara bertahap..
Pemerintah juga akan menyelesaikan pembangunan industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Zulhas menegaskan, peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam dua tahun kedepan.
“Jadi, fokus tahun ini dan tahun depan kita akan ke nelayan,” pungkasnya.