← Beranda
Prabowo: Indikator Ekonomi RI Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Djati WaluyoSabtu, 15 Agustus 2026 | 02.19 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

 

 

JawaPos.com - Tekanan kondisi geopolitik global yang menyebabkan terganggunya perdagangan dunia diklaim tidak membuat kinerja perekonomian indonesia terganggu.

Presiden Prabowo Subianto, mengatakan ditengah tekanan dari global, sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih dalam kondisi baik dan terjaga.

“Di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna dengan DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).

Selain pertumbuhan ekonomi, sepanjang tahun 2016 inflasi masih tetap terkendali, permintaan domestik tetap kuat, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap bekerja secara optimal.

Prabowo menjelaskan, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ini peningkatan yang cukup signifikan. 

“Belanja negara tumbuh kuat 18,2 persen. Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, meski belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Prabowo meyakini hal tersebut merupakan bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal.

“Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih keduanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,” ucapnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan