← Beranda
IHSG melesat dipicu aksi "bargain hunting" investor pasca koreksi
AntaraKamis, 13 Agustus 2026 | 03.40 WIB
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melesat dipicu oleh aksi bargain hunting investor yang memanfaatkan koreksi indeks pada dua hari sebelumnya.

IHSG ditutup menguat 105,97 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.373,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,05 poin atau 1,29 persen ke posisi 633,84.

"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya,” ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, selain faktor bargain hunting, Nafan mengatakan pelaku pasar juga mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc. yang dijadwalkan pada Rabu (13/08) pukul 04.00 WIB.

Selain menantikan tinjauan indeks Agustus 2026, Nafan mengatakan juga terdapat ekspektasi pelaku pasar bahwa status pembekuan (freeze) beberapa emiten Indonesia akan dicabut oleh MSCI.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Bangkit, MNC Sekuritas Cermati AMRT, EMAS, HRUM, dan ICBP

“Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten,” ujar Nafan.

Nafan menjelaskan bahwa penguatan IHSG pada hari ini ditopang oleh saham-saham konglomerasi yang juga tercatat sebagai top movers, serta menyumbang kenaikan IHSG paling substansial.

Kemudian, lanjutnya, kenaikan juga ditopang oleh saham-saham sektor komoditas dan teknologi.

Selain itu, Nafan memperkirakan pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) juga memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor institusi.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026, yang diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen year on year (yoy), sehingga juga memperkuat ekspektasi bank sentral AS The Fed akan bersikap dovish.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 4,60 persen, diikuti oleh sektor energi dan barang baku yang naik masing-masing sebesar 3,22 persen dan 2,27 persen.

Sementara itu, satu sektor turun yaitu sektor transportasi & logistik yang turun sebesar 0,23 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BAIK, AGAR, IKBI, DWGL dan KJEN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.067.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,68 miliar lembar saham senilai Rp17,35 triliun. Sebanyak 474 saham naik, 185 saham menurun dan 304 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,99 persen ke 67.630,00, indeks Shanghai melemah 0,32 persen ke 3.946,68, indeks Hang Seng melemah 0,83 persen ke 25.440,17, indeks Kospi menguat 3,68 persen ke 6.579,04, dan indeks Straits Times melemah 0,58 persen ke 5.720,75.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin