← Beranda
Impor Migas Melonjak, Neraca Perdagangan Juni 2026 Defisit
Djati WaluyoSenin, 3 Agustus 2026 | 21.14 WIB
ILUSTRASI. Pompa angguk menjadi alat utama dalam produksi minyak mentah dari sumur minyak di PT PHR WK Rokan. (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

 

JawaPos.com - Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mengalami defisit hingga USD 0,45 miliar. Pemicunya komoditas migas (minyak dan gas bumi.

“Pada Juni tahun 2026, neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar USD 0,45 miliar. Defisit pada bulan Juni tahun 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).

Ateng mengatakan, defisit pada sektor migas sebesar USD 3,49 miliar dengan komoditas utama penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Untuk neraca perdagangan komoditas non-migas tercatat surplus sebesar USD 3,04 miliar atau naik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus sebesar USD 2,15 miliar.

“Adapun komoditas dengan penyumbang surplus utama, yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati di HS15 serta bahan bakal mineral HS27 dan juga besi dan baja atau HS72,” ucapnya.

Baca Juga: BPH Migas Pastikan Stok BBM RI Aman, Impor Paling Banyak dari Negara di Luar Kawasan Timur Tengah

Meski defisit secara bulanan BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus pada semester I 2026 sebesar USD 3,58 miliar, namun sempat mengalami defisit pada Juni 2026.

“Surplus sepanjang periode Januari-Juni 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD 19,35 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 15,77 miliar,” ungkapnya.

Nilai ekspor kumulatif periode Januari-Juni 2026 mencapai USD 140,81 miliar, naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

“Kenaikan tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 4,90 persen menjadi USD134,58 miliar,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Bakal Impor Migas USD 15 Miliar Per Tahun dari AS usai Kesepakatan Dagang Resmi Diteken

Adapun tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok USD 34,56 miliar atau (25,68 persen); Amerika Serikat (AS) USD 15,82 miliar (11,76 persen), dan India USD 9,25 miliar (6,87 persen).

Lanjutnya, untuk neraca perdagangan secara keseluruhan, 3 negara penyumbang defisit terbesar Indonesia pada semester I 2026 adalah Tiongkok dengan defisit sebesar USD 13,61 miliar, disusul Australia sebesar USD 4,40 miliar, dan Singapura sebesar USD 4,33 miliar.

Sementara itu, pada kelompok nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat dengan surplus USD 10,44 miliar, India sebesar USD 6,73 miliar, dan Filipina sebesar USD 4,02 miliar.

Di sisi lain, tiga negara penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah Tiongkok sebesar USD 14,26 miliar, Australia sebesar USD 3,97 miliar, serta Prancis sebesar USD 1,49 miliar.

EDITOR: Ilham Safutra