JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (29/7), setelah sebelummya ditutup melemah melemah 26 poin menjadi Rp 17.962 per dollar AS pada perdagangan Selasa (28/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri
"Untuk perdagangan (29/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.960-Rp 18.020," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/7).
Ibrahim mengatakan, pengunduran Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendapatkan respon negatif dari pasar dalam jangka pendek karena meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah.
Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kurs Rupiah Tembus Rp17.800, Ekonom: Tekanan Ekonomi Buat Makin Terpuruk
“Selanjutnya perhatian pasar akan tertuju pada penunjukkan Gubernur BI yang definitif. Penunjukkan Gubernur BI yang baru yang sesuai dengan harapan pasar serta transisi kepemimpinan yang berjalan lancar, diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Ibrahim mengatakan, terkait suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia, pasar menyerahkan sepenuhnya proses penunjukan pengganti Gubernur BI kepada mekanisme konstitusional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Seraya meyakini bahwa pemerintah dan otoritas terkait akan menetapkan figur terbaik yang memiliki kredibilitas tinggi serta komitmen kuat terhadap stabilitas perekonomian nasional,” ucapnya.